Gojek Jajaki Peluang Bisnis Cloud Kitchen

Go-Food Festival di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. (Foto: dok.youngster.id)

youngster.id - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) melalui layanan pesan-antar makanannya Go-Food tengah menjajaki peluang bisnis cloud kitchen untuk meningkatkan layanannya kepada pelanggan.

Cloud kitchen merupakan restoran yang khusus melayani pesan-antar makanan, dan tidak menyediakan makan di tempat. Restoran ini juga biasanya menyediakan fasilitas memasak berbagai jenis produk makanan dari berbagai jenis merek dagang untuk menghemat waktu antar dan ongkos logistik ke konsumen.

Seperti dilaporkan Bloomberg, Gojek disebut akan menggandeng perusahaan rintisan asal India Rebel Food, yang baru mendapatkan pendanaan senilai US$125 juta dari Coatue Management, Goldman Sachs, termasuk Gojek.

Investasi tersebut akan digunakan perusahaan rintisan tersebut untuk ekspansi ke Asia Tenggara dan Timur Tengah, salah satunya adalah rencana mengembangkan jaringan 100 cloud kitchen bersama Gojek di Indonesia dalam 18 bulan mendatang.

Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengungkapkan, model bisnis cloud kitchen memudahkan mitra pengemudi dalam mencari parkir yang dekat dengan lokasi mitra pedagang, sehingga mereka bisa lebih nyaman dan produktif dalam melakukan pengiriman makanan.

Baca juga :   Menristek Gandeng Startup dan VC Untuk Program Percepatan

“Kami sedang menjajaki peluang menggunakan sistem cloud kitchen untuk meningkatkan pengalaman pelanggan GoFood dengan menambah ketersediaan pilihan makanan dan mengurangi waktu tunggu,” ungkap Nila belum lama ini.

Menurut Nila, sejak diluncurkan tahun 2015, GoFood tumbuh secara pesat dan kini memiliki lebih dari 400.000 mitra pedagang di seluruh Asia Tenggara. Dalam delapan bulan terakhir, tercatat bisnis GoFood mengalami peningkatan hingga dua kali lipat hingga dapat melayani melayani lebih dari 50 juta transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya. Berdasarkan data internal Gojek, GoFood terus menjadi pemimpin pasar di layanan pesan-antar makanan dengan pangsa pasar sekitar 70%—75% di Indonesia.

“Saat ini GoFoodi melayani rata-rata 1,7 juta order per hari atau lebih dari 50 juta transaksi per bulan di Asia Tenggara,” tambahnya.
Sementara itu, Grab Indonesia juga terlebih dahulu melebarkan bisnis pesan-antar makanan ke ranah cloud kitchen dengan nama Grab Kitchen. Saat ini Grab punya 10 lokasi Grab Kitchen.


STEVY WIDIA