HARA dan BNI Bersama Digitalisasi KUR

Tim HARA. (Foto: istimewa)

youngster.id - HARA selaku perusahaan pertukaran data berbasis blockchain yang berfokus di sektor pertanian dan pangan bekerja sama dengan BNI untuk usaha digitalisasi program Kredit Usaha Rakyat. Hal ini akan mempercepat dan mempermudah para petani mendapatkan pinjaman dari bank, dan membantu berjalannya program Kartu Tani.

Program ini akan dimulai dari sektor pertanian padi dan jagung di Bojonegoro (Jawa Timur, Indonesia) dan akan berkembang ke beberapa area di sekitarnya seperti Tuban, Lamongan, Jombang, dan Nganjuk. Setelah komoditas padi dan jagung, program ini akan berkembang ke komoditas lainnya.

“Dengan menyediakan data dari identitas petani, HARA membantu BNI untuk mendapatkan data yang mereka butuhkan untuk menyediakan kredit mikro. Sebelumnya, mereka hanya mempunyai data dari pemerintah, yang belum tentu cukup atau dapat diandalkan di daerah terpencil ini,” kata Lisa Irawati, HARA Head of Operations dalam keterangannya baru-baru ini.

Dia menjelaskan, data yang HARA kumpulkan akan membuat proses ini menjadi lebih cepat, karena bank hanya perlu mengambil contoh sampel dari data, daripada harus mengumpulkan data sendiri.

Model pengumpulan data HARA membantu mempermudah proses administrasi untuk permohonan peminjaman. Data yang dikumpulkan di dalam pertukaran data HARA akan melengkapi BNI dengan informasi yang relevan untuk analisis risiko di dalam persetujuan proses pinjaman. Fase pertama dari proyek pilot HARA telah menghasilkan 90 permohonan pinjaman dari 90 desa di Jawa Timur

“HARA senang bisa mendapatkan dukungan dari institusi seperti BNI. Kami mengharapkan untuk tetap bekerja bersama dengan BNI untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat di daerah terpencil Indonesia,” katanya lagi.

KUR merupakan salah satu inisiatif yang bertujuan untuk memperbaiki akses keuangan untuk usaha kecil hingga menengah di Indonesia. Sebagai syarat untuk mendapatkan pinjaman kredit mikro, BNI membutuhkan data dari petani, mulai dari data diri sampai dengan tanah yang mereka miliki dan tanaman apa yang mereka tanam. Bagaimanapun, untuk mendapatkan informasi ini terkadang terbukti tidak mudah.

STEVY WIDIA