HarukaEdu Kembali Jadi Rekanan Indosat Ooredoo Untuk IWIC 10

HarukaEdu Kembali Jadi Rekanan Indosat Ooredoo Untuk IWIC 10 (Foto: Ilustrasi)

YOUNGSTER.id - Salah satu startup yang bergerak dalam bidang pendidikan e-learning/online, HarukaEdu kembali menjadi mitra dalam kegiatan Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC). Tahun ini merupakan kali ketiga HarukaEdu mendukung kegiatan IWIC, yang pada tahun ini memasuki tahun ke-10.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi HarukaEdu ditunjuk kembali menjadi partner Indosat Ooredoo dalam penyelenggaraan IWIC 10 ini. Dalam kelas online ini, para calon peserta dapat mencari dan berbagi ilmu dengan para peserta lainnya dan mentor yang ada,” jelas Novistiar Rustandi, CEO HarukaEdu, dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Youngsters.id (27/4/2016).

Dijelaskan Novistiar, HarukaEdu memiliki tiga program pendidikan yang dapat diakses secara online, yaitu Kuliah E-learning, Kelas Online dan Sertifikasi Online. Salah satu program kelas online, yang juga mendukung kegiatan IWIC, adalah Kelas Online Technopreneurship. Program ini dapat diikuti oleh calon peserta IWIC 10 yang ingin membekali dirinya dengan berbagai pengetahuan mengenai technopreneurship sebelum mengirimkan proposalnya.

Ada yang berbeda dari Kelas Online Technopreneurship IWIC 10 ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kelas ini hanya dibuka untuk 100 orang pendaftar pertama, maka tahun ini akan dibuka tiga gelombang kelas yang akan dimulai pada 1 Juni 2016 mendatang. Setiap gelombang akan diselenggarakan, secara cuma-cuma, dalam waktu empat minggu pembelajaran.

Kelas Online Technopreneurship tahun ini juga akan didampingi oleh para mentor, yang terdiri dari para technopreneur yang sudah berhasil dalam startup mereka. Satu mentor akan mendampingi 25 peserta dalam diskusi setiap minggunya, selain itu para mentor juga yang akan mengevaluasi tugas-tugas yang diberikan kepada para peserta. Para peserta kelas online Technopreneurship IWIC 10 akan mendapatkan materi dan mentoring mengenai bagaimana mencari ide startup, melakukan riset mengenai potensi pasar yang menjadi sasaran serta bagaimana membuat pitch startup untuk dipresentasikan saat kontes.

“Karena peserta pada IWIC 10 kali ini tidak hanya dari Indonesia, melainkan dari Vietnam, Singapura dan India, maka kami ingin lebih lagi mempersiapkan para peserta dari Indonesia secara intensif agar dapat bersaing dengan baik dengan peserta dari luar negeri. Mereka tidak hanya harus memiliki ide yang brilian, namun juga harus tahu bagaimana mengimplementasikan dan mempresentasikannya dengan baik,” ungkap Novistiar mengenai pembaruan dalam Kelas Online Technopreneurship IWIC 10.

Selain dari sisi pembelajarannya, sistem pendaftaran tahun ini pun sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya, yaitu dengan metode member get member. Setiap peserta yang mendaftar wajib mengajak rekan-rekannya untuk ikut serta dalam Kelas Online Technopreneurship. Bagi 100 peserta yang paling banyak mengajak rekannya di setiap gelombang, maka mereka akan ikut serta dalam kelas online Technopreneurship IWIC 10. Sementara bagi yang tidak masuk dapat ikut serta di gelombang berikutnya atau mengikuti kelas online Technopreneurship secara reguler.

“Kami berharap, melalui kelas online Technopreneurship IWIC 10 ini, bisa muncul ide-ide baru yang bisa diimplementasikan dan memberi solusi dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya sebagai tuan rumah, kami ingin para peserta dari Indonesia menjadi pemenang dan menjadi pencipta, bukan hanya pengguna,” tutup Novistiar.

 

ANGGIE ADJIE SAPUTRA

Editor : Stevy Widia