IFW 2018: Membangun Industri Mode Indonesia Berkelanjutan

Susi Pudjiastuti menjadi salah satu peraga karya perancang Anna Avantie di ajang IFW 2018. (Foto: jawapos/youngster.id)

youngster.id - Industri mode memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Apalagi sumbangan industri fashion nasional terhadap kinerja ekspor mencapai sebesar US$13,29 miliar.Untuk itu diharapkan industri fashion Indonesia dapat berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Presiden Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono sebagai penyelenggara Indonesia Fashion Week (IFW) 2018.

“Untuk membangun industri fashion membutuhkan waktu yang lama. Bukan hanya satu tahun saja, tapi bertahun-tahun. Karena itu kami harap IFW ini dapat menjadi katalisator industri fashion di semua aspek dan ini penting bagi perkembangan perekonomian di Indonesia,” kata Poppy dalam keterangannya baru-baru ini.

Salah satu pagelaran fashion terbesar di Indonesia ini berlangsung pada 28 Maret – 1April 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta. IFW tahun ini menggandeng 200 perancang mode lokal dan internasional, serta 460 peserta pameran fesyen dan tekstil, workshop, kuliner dan oleh-oleh dari beberapa daerah di Indonesia.

Poppy juga menyoroti untuk Industri bahwa budaya Indonesia tak habis-habisnya untuk digali dan menjadi inspirasi dalam membuat suatu karya busana. Dia meyakini dengan kekayaaan luar biasa yang dimilili oleh Indonesia dapat menjadi modal untuk maju bersaing di dunia internasional.

Baca juga :   UNI.CORN Program, Ajak Generasi Muda Bangun Inovasi Perbankan Digital

“Basis kita adalah budaya, setiap ragam (yang dimiliki) dapat memberikan inspirasi,” katanya. Menurut dia, kesinambungan industri fashion dimulai dari benang tekstil, kancing, batik, ikat, lurik sampai ke perhiasan aksesoris hingga ke make-up dan hair do.

“Data dari 20 tahun lalu saja, Indonesia memiliki beberapa kali income yang sama dengan Singapura. Karena budaya kita sangat luas dan dalam harus kita gali tak cukup dari tahun ke tahun saja,” papar Poppy.

Sehingga, lanjut Poppy, ajang IFW menjadi wadah kekayaan luar biasa dan inspirasi dari desainer untuk bisa berbeda. Tanpa itu, desainer lokal tak akan mampu bersaing dengan desainer internasional.

“Maka tak akan mampu bersanding dengan Chanel dan Gucci. Industri berbasis budaya mampu berikan kekayaan dan needs produk,” kata Poppy lagi.

 

STEVY WIDIA