IKF VI 2017 Ajang Pertukaran Ide Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia

Penutupan gelaran acara IKF VI di Pacific Place kawasan SCBD Sudirman Jakarta Rabu (4/10/2017). (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

youngster.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengelar Indonesia Knowledge Forum (IKF) VI, 2017 dengan mengusung tema “Elevating Creativity & Innovation Digital Collaboration”. Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran ide untuk membangun ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan dan perusahaan starup financial technology maupub ecommerce dalam memajukan ekonomi digital yang inklusif di Indonesia.

“Sekitar 371, juta pengguna ponsel di Indonesia potensi besar dalam menciptakab kesejahteraan melalui ekonomi digital. Kolaborasi di antara pemerintah, perbankan dan pelaku startup sangat diperlukan sebagai fasilitator terwujudnya inklusi keuangan dan ekonomi digital di Indonesia, ” kata Jahja pada penutupan gelaran acara IKF VI di Pacific Place kawasan SCBD Sudirman Jakarta Rabu (4/10/2017).

IKF VI 2017, di hari kedua seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang mumpuni diantaranya CEO PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart), Hans Perwira, CTO Sinatmas Land Irvan Yasni, CEO Telkomsel Ririek Adriansyah, CEO Blibli.com Kusumo Martanto dan Henky Prihatna Head of E- commerce, Google Indonesia.

“Besar harapan IKF VI 2017 mampu menjadi wadah bagi berbagi informasi seputar ekinomi digital demi kemajuan dunia dan masyarakat Indonesia serta melalui kegiatan ini kembali menginsipirasi kita semua lebih baik lagi, ” lanjut dia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Ignasius Jonan menuturkan pentingnya teknologi informasi dalam mendorong efisiensi pengelolaan sumber daya energi.

“Misalnya dengan tersedianya aplikasi ESDM One Map Indonesia semua data terkait sektor ESDM kini terintegrasi tak ada lagi perbedaan data antara ditjen, mudah untuk menjadikannya sebagai acuan pengambilan kebijakan. Masyarakat juga bebas mengaksesnya untuk berbagai kepentingan, ” jelas Ignatius Jonan.

“Karena era digital iti tidak bisa ditolak harus diterima. Mau tidak mau its coming. Saran saya ini melihat teknologi digital menjadi hal yang baru dan perubahannya sangat cepat. Untuk itulah kita harus memodernisasi dan bisa merubah mainset yang lama, ” sambungnya.

IKF VI 2017 juga dilengkapi serangkaian expo dan exhibition yang diikuti oleh startup dan penyedia pengetahuan teknologi terpilih.

FAHRUL ANWAR