Indofood Cari Startup yang Fokus Pada Gizi

Indofood menggelar kompetisi untuk mencari startup yang fokus pada gizi (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) bekerjasama dengan BLOCK71 Jakarta dan Scaling Up Nutrition (SUN) Business Network menyelenggarakan Indofood Local Pitch Competition, yakni kompetisi pitch startup pertama di Indonesia yang berfokus pada gizi.

Ajang ini bertujuan menemukan ide-ide kreatif, inovasi berbasis teknologi sebagai salah satu solusi untuk mengatasi tiga isu utama gizi bangsa, yakni obesitas pada anak, stunting pada balita dan anemia pada remaja putri.

Axton Salim, Direktur Indofood yang juga menjabat sebagai Co-Chair SUN Global, mengatakan bisnis startup di Indonesia berkembang dengan pesat di berbagai sektor termasuk kesehatan dan gizi.

“Kami melihat rintisan bisnis berbasis teknologi ini bisa menjadi solusi percepatan penanganan masalah gizi yang kita hadapi. Oleh karena itu, Indofood bersama SUN Business Network Indonesia dan Block71 menyelenggarakan Indofood Local Pitch Competition, ajang kompetisi bagi startup Indonesia yang mampu menjawab tiga isu utama gizi yakni obesitas pada anak, stunting pada balita dan anemia pada remaja putri. Ajang ini diharapkan membuka peluang kerja sama dari berbagai pihak untuk mengembangkan platform gizi tersebut di skala nasional maupun regional,” kata Axton Salim kepada media di Jakarta Kamis (14/8/2018).

Baca juga :   Axton Salim : Jaring Startup Untuk Solusi di Bidang Gizi

Disebutkan Axton, berdasarkan laporan baseline SDG tentang anak Indonesia tahun 2017 yang diterbitkan oleh Bappenas dan UNICEF, beban ganda malnutrisi di Indonesia merupakan masalah yang sangat serius. Pada tahun 2013, 12% anak di bawah usia 5 tahun terkena wasting (berat badan rendah dibanding tinggi badan) dan jumlah yang sama mengalami overweight (kelebihan berat badan).

Sementara itu, di tahun yang sama ada sekitar 37% anak di bawah 5 tahun mengalami stunting. “Apabila kondisi ini dibiarkan berlanjut, tidak saja berpengaruh bagi kualitas manusia Indonesia, tetapi juga dapat merugikan ekonomi negara,” kata Axton.

Seperti yang pernah diungkapkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bahwa potensi kerugian ekonomi negara akibat stunting sebesar 2-3% dari PDB per tahun. Jika PDB Indonesia tahun 2017 sebesar Rp 13.000 triliun, maka potensi kerugian negara bisa mencapai Rp 300 triliun.

Pendaftaran kompetisi ini telah dibuka sejak 25 Juni dan akan ditutup pada tanggal 26 Agustus 2018. Pendaftaran dapat diakses melalui tautan bit.ly/ILPC-PR. Aplikasi yang masuk diseleksi oleh Tim Juri untuk menentukan 10 finalis.

Baca juga :   Grab Peroleh Pendanaan Senilai US$ 1 Miliar dari Toyota

Selanjutnya, para finalis akan mengikuti sesi mentoring sebelum mempresentasikan langsung di hadapan juri. Kriteria penilaian meliputi target pasar, masalah dan solusinya, daya tarik, keunggulan, revenue model, strategi dan tim yang terlibat.

Pemenang pertama, selain berhak mendapat mentoring dari direktur eksekutif Salim Group dan akses R&D Indofood, juga berhak menghadiri Nutrition Africa Investor Forum di Nairobi pada 16-17 Oktober 2018.

“Kami berharap Indofood Local Pitch Competition bisa menjadi cara untuk bersama-sama menyelesaikan isu malnutrisi yang ada sekaligus mampu menggerakkan dan mengembangkan bisnis startup bidang gizi di Indonesia,” tutup Axton.

 

FAHRUL ANWAR