Indonesia Bakal Tuan Rumah Kompetisi Game Terbesar se Asia Pasific

(ki-ka) Andrew Hou (President Acer Asia Pacific), Herbet Ang (President Director of Acer Indonesia) dan Yohan WIjaya (Acer Consumers Lead of Intel Asia Pacific Japan) pada peluncuran Asia Pasific Predator League 2018 di Jakarta. (Foto: Stevy Widia/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Acer akan menggelar turnamen e-Sports kelas dunia terbesar di Asia Pasifik. Turnamen game DOTA 2 bernama Asia Pacific Predator League 2018 ini finalnya akan berlangsung di Indonesia. Tahap awal kompetisi lokal pun digelar di 15 kota di Indonesia.

“Hari ini kami bangga mempersembahkan Predator League 2018, turnamen eSport yang paling dinanti di Asia Pasifik. Ini adalah tonggak sejarah terpenting bagi Acer di ranah gaming dan merupakan bukti serta komitmen kami untuk terus berinovasi dan menghantarkan keunggulan teknologi tanpa henti kepada para gamer melalui lini perangkat Predator,” kata Andrew Hou, Presiden Acer Asia Pacific, saat mengumumkan turnamen ini, Jumat (20/10/2017) di XXI Plaza Indonesia, Jakarta.

Dia menyebutkan pasar industry game di Asia Pasifik mencapai 40%. “Karena itu kami sejak 2,5 tahun lalu kami komit untuk membangun pasar ini,” ujarnya.

Sementara itu Hebert Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia mengungkapkan industry game di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dan itu perlu mendapat dukungan dari banyak pihak, termasuk produsen penyedia produk game. “Acer di Indonesia memiliki posisi yang sangat baik,apalagi pertumbuhan gamer baik pro maupun casual di sini sangat signifikan. Karena itu layaklah Indonesia menjadi tuan rumah dari kompetisi terbesar dan bergengsi se-Asia Pasific ini. Marilah kita dukung agar tim Indonesia bisa berjaya di grand final,” ucapnya.

Selanjutnya, Yohan WIjaya Acer Consumers Lead of Intel Asia Pacific Japan menjelaskan, babak penyisihan akan berlangsung sekitar tiga bulan hingga Januari 2018 di masing-masing. Di Indonesia, babak penyisihan akan dimulai di iCafe yang tersebar di 12 kota diantaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Palembang dan Makassar.

“Kami sangat excited untuk mengadakan kompetisi ini di Indonesia. Kompetisi ini dapat mendorong kemajuan dari komunitas game lokal yang selama bertahun-tahun berkarir, serta menggali minat remaja untuk mengikuti eSports. Kami sangat antusias untuk melihat para gamer berkompetisi untuk memenangkan turnamen ini dalam beberapa minggu ke depan,” ucapnya.

Audiens global untuk eSports diperkirakan akan mencapai 385 juta orang di tahun ini, terdiri dari 191 juta penggemar eSports ditambah 194 juta penonton. Sebagian besar penayangan kompetisi ini berlangsung secara online. Semua peserta turnamen ini akan disuguhkan pengalaman bermain game yang mengesankan, berkat dukungan produk Acer Predator, mulai dari notebook, monitor, proyektor, sampai PC desktop selama Predator League berlangsung.

Puncaknya, pada awal 2018 nanti ratusan tim gamer di kawasan Asia Pasifik akan bersaing untuk mendapatkan prize pool senilai USD 150.000 atau sekitar Rp2 miliar.



STEVY WIDIA