Industri Game Indonesia Ditargetkan Raih US$30 Juta di Ajang Game Connection

Bekrafkirim 10 delegasi untuk Game Connection 2019 di AS. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan turut serta dalam Game Connection di San Fransisco, Amerika Serikat (AS) pada 18-22 Maret nanti. Lewat pertemuan itu Bekraf menargetkan transaksi atas produk game bisa mencapai US$ 30 juta atau sekitar Rp 420 miliar.

“Asosiasi game meminta Indonesia untuk ikut serta lagi. Asosiasi Games Indonesia (AGI), menargetkan (transaksi mencapai) US$ 30 juta,” kata Ricky Pesik Wakil Kepala Bekraf dalam keterangannya, baru-baru ini di Jakarta.

Menurut dia, pada tahun lalu, transaksi yang dihasilkan lewat ajang tersebut mencapai US$ 15 juta. Karena itu kali ini Bekraf bakal menampilkan produk game buatan Indonesia secara khusus di ajang tersebut. “Kami siapkan paviliun Indonesia yang besar untuk menarik investor,” ujar Ricky.

Game Connection 2018 merupakan salah satu perhelatan game internasional terbesar di dunia, yang telah berlangsung selama 13 tahun. Selain sebagai ajang pameran produk game, acara ini mempertemukan para praktisi mulai dari developer, publisher, investor, hingga media di seluruh dunia. Indonesia sendiri baru mengikuti ajang tersebut pada 2018 lalu.

Baca juga :   Bekraf Targetkan Raih Kontribusi Fesyen Tumbuh Dua Digit di 2018

Ricky juga mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam Game Connection lebih efektif untuk meningkatkan penjualan dibanding Tokyo Game Show. Sebab, Game Connection bersifat business to business (BtoB). Sedangkan Tokyo Game Show bersifat business to costumer (BtoC).
Dia berpendapat, pelaku usaha game di Indonesia masih dalam tahap berkembang, sehingga sulit jika harus menawarkan produk langsung ke konsumen. Oleh sebab itu, Bekraf bersemangat untuk turut serta kembali dalam ajang Game Connection. Apalagi, melalui ajang tersebut, pelaku usaha game Indonesia bisa bertemu dengan para investor.

Tahun lalu Lentera dengan game ‘Ghost Parade’ mendapat perjanjian kerja sama dengan Aksys untuk pendistribusian game, baik di komputer maupun PlayStation 4.

Bila pada tahun lalu Bekraf mengirim 8 peserta ke Game Connection, kini ada 10 pengembang game yang diberangkatkan ke AS. Agate Studio menjadi salah satu peserta yang kembali ikut dalam ajang tersebut bersama dengan Masshive Media, GameLevelOne, SEMISOFT, Everidea Interactive, CIAYO Games, Megasus Infotech, Wisageni Studio, Arsanesia, dan GameChanger Studio.

Baca juga :   BCA Raih Indonesia Most Admired Companies Award 2016

STEVY WIDIA