Ini Alasan Bukalapak Mensponsori Festival Musik Tanah Air

Synchronize Festival 2017. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Festival musik yang diselenggarakan dalam skala besar sudah banyak ditemui, sehingga memilih acara untuk disponsori bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Brand perlu mencari suatu nilai yang sama dan tentu dapat membantu meningkatkan performa dari bisnis yang dijalankan. Hal ini pula yang mendasari mengapa Bukalapak memilih untuk menjadi sponsor acara Synchronize Festival 2018.

“Kami melihat Synchronize Fest itu punya value dan belief yang sesuai dengan visi misinya Bukalapak. Mendukung UKM lokal dan talenta lokal untuk memajukan bangsa,” ungkap Oci Ambrosia, Senior Brand and Communication Manager Bukalapak dalam keterangannya, Jumat (31/8/2018) di Jakarta.

Menurut dia, tujuan brand menjadi sponsor sebuah acara pada umumnya mengerucut untuk keperluan branding. Namun yang menjadi objektif Bukalapak dengan menjadi sponsor Synchronize Festival 2018 adalah melihat adanya potensi untuk mengembangkan bisnis.

“Kami bukan cuma menjadi sponsor utama, tetapi juga menangani semua ticketing baik itu online maupun offline,” imbuh Oci. Dari hal ini, pada akhirnya Bukalapak dapat melihat target pasar yang akan hadir pada acara Synchronize Festival 2018 dapat terakuisisi dengan baik.

Baca juga :   Pendapatan Bukalapak Capai Rp 20 Miliar Sebulan

Bukalapak tentu mendapatkan keuntungan dari eksklusivitas penjualan tiket tersebut dan calon audiens dapat merasakan manfaat secara langsung ketika ingin membeli tiket Synchronize Fest 2018.

“Kami coba memberikan pemanfaatan teknologi digital, sehingga mereka (para pembeli tiket) tidak perlu ngantre, tinggal (beli) dari rumah, buka handphone dan beli tiketnya. Ketika sampai di venue enggak usah antre panjang,” jelas Oci.

Salah satu strategi yang dijalankan Bukalapak secara digital untuk menarik minat audiens adalah dengan mengangkat konten-konten yang menggambarkan keseruan event Synchronize Festival di tahun sebelumnya. “Supaya orang-orang bisa teringat lagi ‘tahun lalu tuh hype-nya seperti apa sih’, hingga membuat mereka (calon audiens) ada rasa excitement untuk menunggu event di tahun ini,” imbuh Oci.

Cara lain yang dirasa paling berhasil bagi Bukalapak untuk menarik minat masyarakat adalah dengan mengumumkan siapa saja musisi yang akan tampil pada acara tersebut secara bertahap di berbagai channel media sosial mereka. “Setiap mengeluarkan lineup per fase itu hype-nya kerasa banget. Karena mereka sangat menunggu siapa artis atau pujaan mereka yang akhirnya manggung,” ungkap Oci mengenai strategi yang dijalankan.

Baca juga :   Di Semester Pertama Tahun 2017, Danamon Untung Rp 2 Triliun

Dengan menjalankan strategi pemasaran seperti ini, selain mendapatkan engagement yang tinggi, Bukalapak juga berhasil meningkatkan conversion rate. “Biasanya Bukalapak atau Synchronize Fest itu posting di media sosial, dan akan di repost lagi oleh masyarakat. Biasanya mereka suka nge-share ke teman-temannya. Dan itu conversion-nya tinggi,” imbuh Oci.

Bagi brand yang berani mengambil risiko dengan memilih menjadi sponsor festival musik seperti Synchronize Festival 2018 ini terbukti memang memberikan manfaat tersendiri bagi brand yang bersangkutan, “Sampai hari ini kita melihat potensinya besar banget. Setiap kita bikin promo itu, antusiasme (masyarakat) tinggi banget. Tiket-tiket yang kita keluarin kuota per harinya itu selalu habis,” pungkasnya.

STEVY WIDIA