iSeller, E-Commerce Omni Channel Bagi UKM

Startup iSeller luncurkan platform ecommerce omni-channel. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

youngster.id - Sebuah platform e-commerce omni-channel hadir di Indonesia. Startup iSeller yang bergerak di bidang information technology (IT) ditujukan untuk wirausaha termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM).

Platform omni-channel iSeller ini membantu wirausaha seperti UKM mendigitalisasi bisnisnya dari toko offline menjadi online. Sehingga wirausaha dapat berjualan di berbagai lini secara terpadu mulai dari toko dengan Point of Sale (POS), di online e-commerce, melalui mobile phone hingga melalui sosial media.

Jimmy Petrus, CEO iSeller mengatakan, iSeller telah mengkombinasikan dan memadukan berbagai sales channel menjadi sebuah platform omni-channel.”Retailer tidak lagi membutuhkan multiple platform untuk bisa berjualan di channel offline maupun online, cukup 1 platform iSeller saja,” kata Petrus dalam keterangan resmi belum lama ini di Jakarta.

Berangkat dari fenomena proses penjualan yang tidak terintegrasi, iSeller melihat wirausaha seperti UKM masih berada di lingkup yang terbatas dalam menawarkan produknya.Tingginya modal untuk berjualan di beberapa lini juga menjadi hambatan. Kondisi ini kemudian melatarbelakangi kehadiran platform omni-channel iSeller yang dibangun dengan basis cloud.

Baca juga :   Setelah Unicorn, Kini Startup Ditantang Jadi Decacorn

Menurut Jimmy, platform iSeller didesain secara komperhensif untuk memberi kemudahan bagi UKM untuk menjalankan dan mengembangkan usahanya, mulai dari menerima berbagai jenis pembayaran, sinkronisasi inventori secara otomatis, laporan penjualan dari beragam sales channel, hingga terkoneksi dengan proses pengiriman di dalam negri maupun internasional.

Jimmy mengungkapkan, kehadiran platform omni-channel iSeller diyakini dapat mendongkrak daya saing dan kompetensi pelaku UKM serta menghemat biaya operasional mereka berbisnis. “Dengan penggunaan satu platform yang sama, UKM dapat memiliki toko fisik maupun online dengan domain laman yang menggunakan nama bisnisnya sendiri,” kata dia.

Dari segi branding dan pemasaran, pelaku UKM bisa mempopulerkan merknya sendiri tanpa harus bernaung di sebuah ruang dagang khusus.
“Ini satu paket yang lebih efisien dari sisi biaya operasional maupun produktivitas retailer, karena dengan 1 wadah UKM bisa berjualan offline dan online dengan brandnya sendiri, terima beragam pembayaran, dan memantau stock secara realtime. Kami yakin platform iSeller dapat membantu para wirausaha untuk mengembangkan usahanya dengan lebih efisien dan efektif,” katanya.

Baca juga :   Ekonomi Kreatif Motor Baru Penggerak Perekonomian Indonesia

Terdapat tiga pilar utama dari pembuatan platform iSeller. Pertama, mengusung user experience dari desain dan kemudahan penggunaan produk yang setara dengan Silicon Valley. Hal ini memungkinkan para penjual menikmati teknologi tingkat mutakhir untuk memajukan bisnisnya.

Platform iSeller didesain untuk berbagai jenis usaha dengan fokus di sektor ritel dan F&B termasuk warung, cafe dan restoran.
Berbasis cloud, semua data dari proses penjualan dan pembayaran disimpan aman di server. Sangat cocok untuk segala jenis UKM yang bergerak di sektor tersebut memercayakan penjualan produk atau jasanya dengan platform iSeller.

Seperti Cantikayu, Tobafish, De Plaza, Muju Avenue, Restu Mande, Baso Afung, First Crack Cafe dan Urban Twist yang telah menggunakan platform iSeller saat ini.

“Kami berharap dengan semua benefit yang dimiliki, iSeller dapat membantu wirausaha seperti UKM menembus pasar global sehingga mampu mendongkrak revenue penjualan. Tentunya ketika UKM-UKM ini mengalami kenaikan pendapatan, bisa ikut memajukan perekonomian negara,” ucapnya.

Sedangkan untuk mendukung kinerja platform omni-channel ini, iSeller telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 50 mitra antara lain Samsung, BCA, BNI, Maybank, Permata, Indosat Ooredoo, TIKI, JNE, DHL, Fedex, dan lain sebagainya.

Baca juga :   Natali Ardianto Mengundurkan Diri dari Jabatan CTO Tiket.com

STEVY WIDIA