JavaMifi Akan Ekspansi ke Vietnam

javamifi luncurkan layanan sewa pocket wi-fi pascabayar. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Setelah melakukan ekspansi ke Jepang dan Thailand, pada kuartal pertama 2019 JavaMifi, menargetkan akan melakukan ekspansi kemitraan ke Vietnam. Perusahaan teknologi penyedia jasa sewa modem wifi ini akan bermitra dengan operator lokal.

Andintya Maris Founder JavaMifi Andintya Maris mengatakan, perusahaannya tengah berfokus untuk melakukan ekspansi kemitraan di wilayah Asia. Ekspansi kemitraan itu akan dilakukan bersama para mitra lokal setempat untuk memudahkan para turis di negara tersebut maupun yang ingin ke Indonesia mengakses internet melalui modem wifinya.

“Dalam waktu dekat kami merencanakan akan (ekspansi) ke Vietnam,” ujar Andintya saat ditemui belum lam aini di Jakarta.

Menurut dia, JavaMifi akan menyediakan perangkat maupun operator lokal yang telah bermitra dengan perusahaannya. Untuk peminjaman modem wifi JavaMifi dapat dilakukan melalui pemesanan secara online atau langsung datang ke stan perusahaannya yang tersebar di beberapa toko utamanya (flagship store) maupun bandara, seperti Bandara Ngurah Rai, Adi Sucipto, dan Soekarno-Hatta.

“Setelah menentukan tujuan negara dan melakukan proses pembayaran, kami akan mengantar modem ke alamat yang dituju,” ujarnya. Menurut dia, untuk pengembalian modem juga akan lebih mudah karena dapat dilakukan melalui loket pickup and drop off point yang telah disediakan JavaMifi di 20 ribu titik. Beberapa titik tersebut dapat ditemukan di seluruh Indonesia, seperti di gerai Alfamart dan Indomaret.

Peminjam modem wifi, akan dikenakan biaya deposit sebagai jaminan pengembaliannya sebesar Rp 500 ribu. Selain itu, JavaMifi telah menggunakan asuransi pada modem wifinya. “Kalau modemnya rusak, jatuh, ataupun hilang, (peminjam modem) tinggal memberikan surat keterangan hilang saja,” ujar Andintya.

Baca juga :   Tunaiku Ekspansi Bisnis ke 8 Kota Besar

Jaringan modem JavaMifi saat ini telah mencakup di 160 negara. Andintya menjelaskan, dari masing-masing negara itu perusahaannya telah bekerja sama dengan lebih dari satu provider telekomunikasi. “Jadi kalau di suatu daerah ada hambatan jaringan, bisa diganti ke provider lain,” ujarnya.

JavaMifi telah memiliki satu juta pelanggan sejak berdiri pada 2015. Andintya berharap, jumlah pengguna layanannya dapat terus meningkat di tahun ini, namun ia enggan menyebutkan target spesifik penggunanya. Ia mengatakan bahwa jumlah penggunanya meningkat hampir 40% pada 2018 dari tahun sebelumnya. Dari segi pendapatan, Andintya mengakuk perusahaannya telah memperoleh peningkatan pendapatan sebesar 800% pada tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya.

FAHRUL ANWAR