Jumienten, Chatbot Asisten Personal Bagi Pebisnis

Setyo Harsoyo, CEO Sprint Asia. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Sprint Asia meluncurkan Jumienten, layanan baru berupa platform chatbot yang ditujukan untuk para pelaku bisnis (B2B). Layanan baru ini berupa platform chatbot bagi kebutuhan customer relation para pelaku bisnis (B2B) di Indonesia. Chatbot asisten personal ini adalah buatan Sprint Asia.

Setyo Harsoyo selaku CEO Sprint Asia menjelaskan, kehadiran layanan chatbot enabler ini diharapkan mampu membantu meningkatkan hubungan bagi para pelaku bisnis yang peduli terhadap kebutuhan digital.

“Dengan memanfaatkan chatbot, perusahaan mampu berinteraksi dengan pelanggan selama 24 jam, bahkan dapat menekan biaya CS hingga 39%,” kata Setyo Harsoyo, CEO Sprint Asia dalam keterangannya baru-baru ini.

Dia menegaksna, chatbot Jumienten akan dimanfaatkan sebagai medium untuk menginformasikan klien seputar layanan Sprint Asia, mulai dari Payment Gateway, Social Messaging, hingga Mobile Payment.

Ke depannya, chatbot Jumienten tidak hanya didesain sebagai media tanya jawab, tapi juga akan diintegrasikan ke dalam dasbor analitik khusus untuk memantau perkembangan performanya agar bisa beradaptasi dengan perilaku pengguna.

Untuk menghadirkan fungsi tersebut, pihak Sprint memanfaatkan tool berbasis teknologi Natural Language Processing yang didukung oleh startup layanan pembuatan bot, Kata.ai.

Baca juga :   LINE Akuisisi Aplikasi Chatbot TemanJalan

Resmi berdiri sejak tahun 2000 awal, Sprint Asia merupakan perusahaan yang memanfaatkan teknologi bagi pengembangan kebutuhan bisnis di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan ini sudah meluncurkan layanan Bayarind dan PasarInd untuk melengkapi ekosistem payment di Indonesia.

Dengan diluncurkannya layanan pembuatan chatbot ini, Sprint Asia menargetkan adanya pengadopsian dari puluhan perusahaan yang selama ini telah berafiliasi dengan mereka. Layanan chatbot nanti dapat diintegrasikan ke sejumlah kanal telekomunikasi yang populer di Indonesia, meliputi BBM, LINE, Facebook Messenger, hingga WhatsApp.

 

STEVY WIDIA