Karya Developer Game Lokal Makin Berkibar di Dunia

Bekraf Game Prime 2018. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Sejumlah Game buatan para pengembang Indonesia mulai masuk pasar Internasional. Mulai dari masuk platform Nintendo Switch hingga diangkat menjadi film. Ini menunjukkan pengembang game Indonesia mulai unjuk gigi di pasar internasional.

Setelah Fallen Legion dari Mintspere (Jakarta) hadir di PS4 dan PSVita, kini menyusul Mojiken Studio Surabaya melalui Toge Production Tangerang merilis Ultra Space Battle Brawl. Ini merupakan game Indonesia pertama di platform Nintendo Switch. Selanjutnya Lentera Nusantara dengan game Ghost Parada dan Agate dengan game Valthirian Arc: Hero School Story.

“Pengembang game lokal sudah mampu bersaing dengan pengembang luar. Buktinya beberapa game lokal sudah mendapatkan akses development kit dari PlayStation, Nintendo Switch, dan yang lainnya,” kata Triawan Munaf, di sela acara Bekraf Game Prime 2018, baru-baru ini di Jakarta.

Pada tahun 2017, Legrand Legacy dan My Lovely Daughter juga meraih peringkat ketiga dan kedua di Game Developer World Championship 2017. Prestasi internasional lain, Kings Play dari Mintsphere (Jakarta) menyabet satu gelar, Best Upcoming Games di International Mobile Gaming Award SEA 2017.

Baca juga :   6 Destinasi Wisata Terfavorit Berdasarkan Hobi

Dari sisi platform, Android masih menjadi platform favorit developer untuk mengembangkan game. Total ada 77% developer game di Indonesia mengembangkan gim untuk platform ini. Diikuti dengan Steam (PC) dengan 33%. Banyak juga game buatan developer Indonesia yang mendapatkan lebih dari 10 juta unduhan di toko aplikasi seperti Ninja Fishing (Menara Games, Bandung), Mini Racing Adventures (Minimo, Pati), Icon Pop Quiz (Alegrium, Jakarta) dan Tebak Gambar (Kardus Imajinasi, Jakarta).

Berita membanggakan lainnya adalah, adanya game yang akhirnya diangkat menjadi sebuah film. Game bergenre horor karya studio Digital Happiness asal Bandung, yaitu DreadOut yang menginspirasi sebuah produser film untuk diangkat ke layar lebar. Ini merupakan yang pertama kalinya sebuah game lokal diangkat menjadi sebuah tema film. Sebagai informasi, game produksi tahun 2014 ini cukup fenomenal karena berhasil diunduh hingga mencapai 1 juta kali, dan telah direview oleh banyak orang, termasuk salah satu Youtuber dunia, PewDiePie.

Deputi Infrastuktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, kualitas game buatan pengembang lokal sebenarnya tidak kalah dengan pengembang luar negeri. Hanya saja jumlah pengembang gim lokal masih sangat sedikit, padahal pertumbuhan industri game di Indonesia termasuk yang paling besar di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga :   Potensi Industri Game Indonesia Besar

Newzoo memperkirakan pada tahun 2017 nilai industri game di Indonesia mencapai USD 882 juta, naik sekitar USD 200 juta dibandingkan 2016. Sayangnya kontribusi pengembang gim lokal terhadap industri gim di Indonesia hanya 5%, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 9,5%.

“Kalau jumlah game developernya sama, sementara marketnya terus naik, pastinya kontribusi pengembang gim lokal akan semakin turun. Saat ini jumlahnya hanya ada sekitar 171 pengembang game,” pungkas Hari.


STEVY WIDIA