Kaskus Buka Akses Podcast Untuk Umum

Kaskus Podcast sudah memiliki total 60 program podcast. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Podcast resmi milik Kaskus kini dapat diakses langsung di platform publik forum diskusi tertua Indonesia yang berdiri sejak 1999 tersebut. Pihak Kaskus berharap pembukaan akses yang dilakukan bisa memberikan opsi lebih kepada podcaster dalam memperluas cakupan pendengar.

GM Marketing Kaskus, Hilda Hendrio mengatakan, Kaskus menyediakan format audio mandiri kepada Kaskuser atau pun non-Kaskuser dalam pembuatan konten.

“Tentunya ada proses kurasi yang kami lakukan untuk setiap podcast yang diunggah oleh user, seperti memastikan konten tersebut bebas dari hal-hal terkait kekerasan, pornografi, SARA, serta memastikan kualitas audionya sudah baik untuk dinikmati para pendengar,” ujar Hilda dalam keterangannya, Sabtu (27/7/2019) di Jakarta.

Sejak resmi dibuka untuk publik pada 15 Juli 2019, Kaskus Podcast sudah memiliki total 60 program podcast, 20 di antaranya merupakan unggahan dari beberapa podcaster Kaskuser seperti Listen Up, Podcast Kere Hore, Geekin Out, Podcast Kemarin Sore, dan Boy Vs Girl.

Setiap akhir pekan di sepanjang Agustus- September 2019 mendatang, Kaskus berencana membuka Kelas Podcast Batch 2.

Baca juga :   Wonderful Indonesia Raih Penghargaan Festival Film Wisata Internasional

Bekerja sama dengan Komunitas Podcast Indonesia, di kelas tersebut akan dijelaskan materi – materi terkait  Podcast dengan tema Content & Pre – Production, Production, Get Your Podcast Discovered, serta Branding & Monetisasi Podcast, kepada Kaskuser atau pun non-Kaskuser.

Selain itu, fasilitas studio podcast (bit.ly/studiokaskuspodcast) dapat digunakan oleh Kaskuser dan komunitas yang ingin memproduksi podcast juga program Kelas Podcast.

Pada Kelas Podcast Batch 1 berkonsep workshop yang diselenggarakan selama 4 pekan berturut-turut beberapa waktu lalu, bekerja sama dengan podcaster ahli, antusiasme peserta dikatakan sangat tinggi.

“Diskusi bergulir aktif dan ide-ide kolaborasi muncul sepanjang kelas berlangsung. Respons positif [juga] datang dari partisipan dengan sudah mulai membuat konten podcast,” imbuh Hilda.

FAHRUL ANWAR