Kejar Target, Pemerintah Genjot Pertumbuhan Teknopreneur

Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Pemerintah menargetkan nilai transaksi e-commerce mencapai US$ 130 miliar pada 2020. Untuk itu, saat ini pertumbuhan technopreneurs tengah digenjot hingga 1.000 startup dengan valuasi bisnis yang mencapai US $10 miliar.

Hal ini sampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. “Saat ini Indonesia sudah memiliki empat perusahaan rintisan digital (start-up) yang disebut atau memiliki kapitalisasi pasar di atas USD1 miliar. Perusahaan tersebut memanfaatkan potensi generasi milenial. Zaky, pendiri Bukalapak, saat ini punya empat juta vendor dan 20 juta pengunjung situs,” ungkap Airlangga dalam keterangan resmi Minggu (23/9/2018 di Jakarta.

Menurut dia, pertumbuhan technopreneurs dapat menumbuhkan industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri. Karena itu, pemerintah telah memberikan kebijakan fiskal untuk IKM, seperti PPh final 0,5%.

“Kami akan terus memudahkan IKM agar berkembang menjadi the next generation of business people,” ucap Menteri Airlangga.
Airlangga meyakini revolusi industri 4.0 membuka peluang pekerjaan baru, terutama yang bergerak di bidang digital. Dengan demikian, pemerintah dapat membentuk ekonomi baru menjadi ekosistem inovasi.

Baca juga :   Shopback Indonesia Targetkan Gaet 1.000 UKM di 2018

Untuk itu Menteri Perindustrian ini menegaskan, untuk menciptakan technopreneurs, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) di sektor industri yang melek teknologi. Bila hal tersebut terealisasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus tujuh persen pada 2030 dengan didorong implementasi industri 4.0.

Menurut Airlangga, tenaga kerja manufaktur mencapai lebih dari 17 juta orang atau berkontribusi 14,05% terhadap seluruh pekerja di ranah ekonomi. Untuk itu, pihaknya membuat program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dan SMK. “Jadi, melalui program itu, lulusan SMK bisa langsung kerja sesuai kebutuhan era sekarang,” ujarnya.

Dari program itu, Kementerian Perindustrian melibatkan sebanyak 618 perusahaan dengan menggandeng hingga 1.735 SMK. Pihaknya juga menjalin kolaborasi dengan Swiss guna menggelar program skill for competitiveness (S4C) sebagai upaya pengembangan mutu politeknik di lingkungan Kemenperin.

“Tujuannya meningkatkan kemampuan para mahasiswa agar siap menghadapi era digital. Misalnya, melalui pendidikan coding atau artificial intelligence,” tuturnya.

STEVY WIDIA