Kemenkop-UKM Fasilitasi 28 UKM di Pameran Kriyanusa

Fashion Show produk UKM di ajang Kriyanusa 2018. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Dalam rangka HUT yang ke-38, Dewan Kerajinan Nasional menggelar pameran kerajinan Kriyanusa 2018. Pada kesempatan itu Kementerian Koperasi dan UKM menggelar fashion show yang memamerkan produk tenun dari berbagai daerah.

Dewan Pengawas LLP-KUKM (Smesco Indonesia) yang merupakan BLU Kemenkop-UKM, Samuel Wattimena mengungkapkan, kegiatan bertujuan memperkenalkan produk nusantara kepada generasi milenial, dan memberikan peluang kepada mereka untuk berkarya dengan kain tenun nusantara.

“Memperpanjang waktu eksistensi kain nusantara, dan sebuah bukti nyata bahwa produk etnik nusantara mampu masuk ke selera milenial,” kata Samuel dalam keterangannya Minggu (30/9/2018).

Pameran dan fashion show diselenggarakan pada 26-30 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Samuel mengungkapkan, 14 UKM memamerkan produknya di booth Kemenkop-UKM, dan 14 UKM di booth Smesco Indonesia.

Menurut Samuel, para UKM telah melalui proses kurasi yang menjadi persyaratan dari Kemenkop-UKM dan Smesco Indonesia. Proses tersebut ditangani langsung Samuel, mulai dengan melihat keberagaman produk UKM, pemahaman UKM terhadap produknya dari hulu hingga ke hilir.

Baca juga :   Aulia Marinto Terpilih Jadi Ketua Umum idEA yang Baru

“Maksudnya, mereka memahami keberadaan bahan baku sebagai hulunya. Lalu hilirnya, mereka mampu mendesain berdasarkan permintaan pasar,” katanya.

Dari proses kurasi yang mengutamakan keberagaman produk tersebut, Samuel berharap, konsep One Stop Shopping Exhibiton terjadi dalam pameran.

“Jadi nantinya kalau dia mampir di booth, nomor 1, dia bisa berlanjut ke booth nomor 14 untuk memenuhi kebutuhan berbelanjanya,” jelas Samuel.

Produk yang dipamerakan yakni Tenun Sasirangan dari Kalimantan Selatan oleh Indira Hadi, Tenun Badong dari Kalimantan Timur oleh siswa Sekolah Fashion IKJ, Tenun Sintang dari Kalimantan Barat oleh Wieke Dwiharti, Tenun Tanimbar dari Maluku Tenggara Barat oleh Sofie, dan Tenun Mandar dari Sulawesi Barat oleh Neera Alatas.

STEVY WIDIA