Kemkominfo Dukung Peningkatan Ekspor Produk UMKM Melalui e-Commerce

Menkominfo Rudiantara. (Foto: Kominfo/Youngster.id)

youngster.id - Kemunculan e-Commerce selama satu dekade terakhir dinilai secara radikal mengubah lanskap ekonomi. Terobosan memanfaatkan marketplace global merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan pasar ekspor produk lokal di luar negeri.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan dukungannya untuk peningkatan ekspor melalui e-commerce. Menkominfo Rudiantara mengatakan, peluang ini terbuka dengan kehadiran platform e-commerce yang semakin besar.

Sebagai realisasi dari rencana tersebut, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) akan bisa memasarkan produk ekspor dari Indonesia ke Tiongkok melalui kerja sama dengan raksasa e-Commerce, Alibaba. Ekspor produk ini sekaligus dalam rangka memanfaatkan momen Single Days 11/11 pada bulan depan di Tiongkok.

“Peluang ekspor melalui e-commerce bisa memperluas pasar dan ekspor, salah satunya ke Tiongkok. Saya sudah minta Kementerian Perdagangan dan Bekraf untuk menyiapkan UMKM yang akan bisa mengikuti Singles’ Day,” jelas Rudiantara dalam siaran resmi sebagai pembicara kunci dalam Indonesia Eximbank Panel Discussion, The Perfect Time To Enhance Emerging Economies Cooperations On Trade, Selasa (09/10/2018) di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali.

Baca juga :   Plug and Play Bawa Startup Binaan Bertemu Rudiantara

Peluang ekspor UMKM, menurut Rudiantara, relatif besar karena Tiongkok saat ini adalah pasar e-commerce ritel terbesar dan paling inovatif di seluruh dunia.

“Retailing online di Tiongkok diperkirakan akan tumbuh dari 17 persen pada 2017 menjadi 25 persen pada 2020. Alibaba mendominasi lingkup e-Commerce di Tiongkok dan di banyak bagian Asia yang menyumbang 1/10 dari total penjualan ritel Tiongkok,” tutur Rudiantara.
Menkominfo itu mengakui ada beberapa tantangan bagi UMKM Indonesia, salah satunya kemampuan untuk menyediakan barang.

“Biasanya volume belanjanya jutaan. Tinggal apakah UMKM kita siap atau tidak,” tuturnya. Kemunculan e-Commerce selama satu dekade terakhir dinilai secara radikal mengubah lanskap ekonomi. Terobosan memanfaatkan marketplace global merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan pasar ekspor produk lokal di luar negeri. Rudiantara menilai pasar berkembang penting untuk pertumbuhan e-Commerce.

“Saat ini usaha ritel akan mencapai kejenuhan dalam pertumbuhan. Peluangnya berkembang di e-Commerce. Di Tiongkok, pasar e-Commerce terbesar di dunia, hampir separuh penduduk secara aktif melakukan pembelian online,” kata Rudiantara.

Baca juga :   Lee Teuk Undang Jokowi Nonton Konser Super Junior

Peluang e-Commerce di pasar berkembang seperti Indonesia dinilai sangar besar, karena saat ini juga tengah tumbuh dan berkembang. Rudiantara bahkan memperkirakan tingkat pertumbuhannya akan segera melampaui negara-negara maju pada 2018. “Sekitar 50% dari populasi di pasar negara berkembang akan berbelanja online pada 2018, yang tidak jauh dari penetrasi rata-rata 63 persen di negara-negara maju,” ungkapnya.

STEVY WIDIA