Kemristek Dikti Siapkan Anggaran Rp100 Miliar Untuk Startup

Menteri riset teknologi dan perguruan tinggi, Muhammad Nasir ditengah peserta Start Tech Training Camp 2017. (Foto: Kemenristekdikti/Youngsters.id)

youngster.id - Pemerintah terus memberikan dukungan bagi para pelaku usaha pemula (startup). Bahkan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memiliki program untuk memberikan insentif kepada para perusahaan rintisan (startup) inovasi teknologi.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe menyebut, tahun ini sudah ada anggaran yang tersedia sebesar Rp105 miliar.

“Kami menargetkan sekitar 426 startup tahun ini, di mana asing-masing mendapatkan insentif anggaran pendamping antara Rp250 juta sampai Rp500 juta,” kata Jumain, Senin (16/10/2017) di Jakarta.

Menurut dia, insentif pendanaan ini berfungsi untuk mematangkan inovasi startup agar siap berbisnis. Tak hanya pendanaan, Jumain mengaku juga memberikan sarana pelatihan kewirausahaan bagi startup.

Anggaran tersebut dibagi dua, yakni untuk calon perusahaan pemula berbasis inovasi teknologi untuk perguruan tinggi sebesar Rp55 miliar, dan perusahaan pemula berbasis inovasi teknologi untuk umum sebesar Rp50 miliar.

Dalam dua tahun terakhir ini, Kemerintek Dikit sudah membantu 661 startup. Mereka terdiri atas, 52 startup pada 2015, sebanyak 151 startup di 2016, serta tahun ini mencapai 458 startup.

Baca juga :   Startup Indonesia Semakin Dilihat Dunia

Adapun fokus bidang inovasi teknologi yang diberi bantuan antara lain bidang pangan, kesehatan dan obat-obatan, transportasi, energi, teknologi informasi komunikasi, pertahanan keamanan, material maju dan bahan baku.


STEVY WIDIA