Kok Bisa? Berpartisipasi dalam “Week of International Scientific Young Talent 2017”

Kanal YouTube asal Indonesia Kok Bisa? akan bertandang ke Paris untuk mengikuti Week of International Scientific Young Talent 2017 (Foto: Kok Bisa?/Youngsters.id)

youngster.id - Kanal YouTube asal Indonesia Kok Bisa? akan bertandang ke Paris untuk memperkenalkan ilmu pengetahuan Indonesia dan membangun koneksi dengan para ilmuwan muda dari seluruh dunia. Kok Bisa? akan berpatisipasi dalam Week of International Scientific Young Talent 2017.

Pada awal Februari 2017 lalu, Kok Bisa? mengirimkan perwakilannya mengikuti Week of International Scientific Young Talent 2017 di Paris, sebuah program besutan Universcience Paris yang bekerja sama dengan Kedutaan Prancis dan Institut Français d’Indonésie (IFI).

Kesempatan berharga ini tidak diraih dengan cuma-cuma. Berbagai tahapan seleksi harus dijalani terlebih dahulu sebelum akhirnya terpilih menjadi perwakilan Indonesia dalam Week of International Scientific Young Talent 2017. Dari 314 pendaftar, hanya dua peserta yang berhasil lolos, yaitu Founder Indonesian Climate Student Forum Bogor Daniel Naek Chrisendodan dan Karina Langit Rinesti, selaku Science Communicator Kok Bisa?.

“Di sana perwakilan Tanah Air mempromosikan sains di Indonesia melalui program yang mereka punya. Langit nanti di sana akan bertemu dan berkenalan serta sharing pengalaman seputar sains dengan sesama ilmuwan muda lainnya dari seluruh dunia,” ujar Gerald Sebastian, Co-founder dan CEO Kok Bisa?.

Baca juga :   Gabriella Valonia: Ingin Membantu Orang Mendapatkan Layanan Spa Terbaik

Enam hari mengikuti seluruh rangkaian acara Week of International Scientific Young Talent 2017, Karina Langit mengaku mendapat banyak sekali insight, baik dari para peserta maupun dari acara itu sendiri.

“Perancis sangat mengapresasi para ilmuwan dan pemikir asal negaranya. Negara ini bermisi untuk menyebarkan sains ke berbagai penjuru dunia, sama seperti Universcience Paris yang menyelenggarakan acara ini, mereka ingin meng-share sains ke siapapun dan kemanapun. Hal ini menginspirasi saya untuk semakin mendalami bagaimana menjadi science communicator yang baik, yang dapat mengkomunikasikan sains dengan benar dan juga menyenangkan,” ujar Langit antusias.

Menjadi satu-satunya peserta dengan latar belakang YouTuber dari 42 peserta dari 26 negara yang mengikuti acara bergengsi di kalangan ilmuwan dunia ini, tidak menyurutkan semangat Langit dalam mempresentasikan Kok Bisa? di hadapan para peserta lainnya.

“Para peserta terkesan dengan Kok Bisa?. Mereka bilang Kok Bisa? itu tidak maksa harus berbahasa Inggris. Namun lebih memilih  untuk jadi sederhana, dengan Bahasa Indonesia, konten yang sesuai dengan Indonesia, dan dengan cara yang kreatif. Di akhir acara banyak peserta yang menawarkan untuk kolaborasi dengan Kok Bisa? Mereka merasa Kok Bisa? mampu menjadi wadah untuk mengkomunikasikan sains mereka,” jelas Langit lebih lanjut.

Baca juga :   Harry Pradipta : Kembangkan Aplikasi Promo Bagi Pelaku F&B

Kesempatan berharga ini disambut dengan sangat bahagia oleh Kok Bisa? karena mereka sudah merencanakan untuk melakukan ekspansi ke tingkat global.

“Kami sudah siap untuk melakukan ekspansi ke tingkat global dan yakin konten kami sudah siap untuk go global. Program ini jadi kesempatan yang sangat baik bagi Kok Bisa? untuk berkolaborasi dengan pembuat konten dan ilmuwan dari negara lain,” tutup Gerald.

 

Minat Pada Sains Meningkat

Sejatinya, minat generasi muda Indonesia terhadap dunia sains semakin meningkat. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2016, jumlah peminat Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) melonjak cukup drastis menjadi 3.203 peserta, dibanding tahun sebelumnya yakni 2.041 peserta.

Tingginya minat generasi muda Indonesia terhadap sains menginspirasi para pelaku industri startup di Indonesia untuk membuat platform berbagi ilmu pengetahuan, salah satunya adalah Kok Bisa?. Kok Bisa? adalah channel YouTube yang bergerak di bidang edukasi. Video-video yang diunggah oleh Kok Bisa? adalah konten ilmu pengetahuan sehari-hari yang dikemas dengan animasi menarik sehingga mampu membawa kesan ringan dan fresh.

Kok Bisa? berhasil mencuri perhatian para penonton YouTube. Hal ini dibuktikan dari jumlah subscriber-nya yang telah mencapai angka 410.449 user dalam kurun waktu satu tahun saja. Tema yang kerap diangkat adalah pertanyaan sehari-hari yang terkesan sepele namun mampu mengusik rasa keingintahuan seseorang, salah satunya video yang berjudul “Mengapa Rupiah Melemah?”

 

Baca juga :   Faris Sundara Putra : Bangun Jalan Tol Bagi Pelaku Startup

FAHRUL ANWAR