Kudo Jadi GrabKios Untuk Majukan Warung Tradisional

Peresmian transformasi Kudo menjadi GrabKios yang dihadiri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Teten Masduki dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Kudo bertransformasi menjadi GrabKios, menandai integrasi yang lebih kuat dengan Grab, yang telah mengakuisisi Kudo pada tahun 2017. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen untuk memberdayakan warung tradisional sehingga dapat berkompetisi dalam era ekonomi digital.

Agung Nugroho, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO dan Co-Founder Kudo, tetap memimpin sebagai Head of GrabKios. Agung mengatakan bahwa, warung adalah penggerak ekonomi Indonesia dan berperan penting dalam membentuk masyarakat Indonesia. Sejalan dengan visi Indonesia menuju ekonomi digital, misi Kudo adalah untuk memastikan bahwa tidak ada warung tradisional yang tertinggal.

“Tujuan utama kami adalah untuk memberdayakan tambahan 1 juta mitra GrabKios di Indonesia pada 2021 melalui pemanfaatan teknologi dan membantu mereka untuk berkembang, serta terus melayani masyarakat di sekitar mereka. Dengan membawa Kudo lebih dekat ke dalam ekosistem Grab dan bertransformasi menjadi GrabKios memungkinkan kami untuk mempercepat inovasi dan memanfaatkan jaringan kemitraan dari kedua perusahaan untuk menawarkan lebih banyak manfaat dan layanan kepada warung,” papar Agung dalam keterangannya, Kamis (7/11/2019) di Jakarta.

Baca juga :   Empat Raksasa Startup Indonesia Berbagi Inspirasi di Bandung ICT EXPO

GrabKios memanfaatkan jaringan Kudo yang luas hingga lebih dari 2.6 juta mitra di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia, serta layanan dan kemitraan di dalam ekosistem Grab. Sebagai bagian dari Hari Warung Nasional, GrabKios memaparkan rencananya untuk memajukan warung melalui pemanfaatan teknologi, menyediakan solusi yang membantu mereka bertahan seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital dan dapat bersaing dengan minimarket modern.

Sementara itu, Neneng Goenadi, Managing Director of Grab Indonesia mengatakan, dengan mendukung warung, kita dapat membangun masa depan Indonesia dimana semua orang mendapat manfaat dari ekonomi digital.

“Dengan GrabKios, kami tidak hanya bertujuan untuk memberdayakan warung, tapi juga menjadikan mereka sebagai titik akses yang memungkinkan lebih banyak masyarakat mengakses produk-produk digital, layanan keuangan, asuransi, tabungan dan layanan lainnya untuk pertama kalinya. Kami percaya akan terbukanya peluang untuk membawa perubahan hingga ke pelosok Indonesia. Ini adalah salah satu visi Grab for Good yang ingin kami capai,” ungkapnya.

Dengan memanfaatkan jaringan luas yang dimiliki GrabKios, Grab bertujuan untuk memberikan lebih banyak manfaat untuk wirausahawan mikro di dalam platform Grab. Sebagai bagian dari program GrabBenefit, mitra pengemudi Grab dapat membeli beras dengan harga terjangkau di mitra GrabKios sebagai bagian dari kerja sama dengan Perum BULOG. Mitra GrabKios akan terus berperan sebagai jalur penting dalam memperkenalkan lebih banyak peluang usaha dalam platform Grab ke lebih banyak kota di Indonesia.

Baca juga :   Grab dan Paytren Jalin Kerjasama Strategis

Kedepannya, calon mitra pengemudi Grab juga dapat mendaftarkan diri di mitra GrabKios di seluruh Indonesia. Upaya tersebut diharapkan mampu membawa layanan Grab ke lebih banyak wilayah di Indonesia.

STEVY WIDIA