LUNGO! Jogja, Aplikasi Wisata Cerdas Besutan Mahasiswa UGM

Berkat aplikasi LUNGO! Jogja yang dikembangkannya, Brigitta Maria Ledha berhasil memenangkan 2018 Esri Young Scholar Award Competition (Foto: UGM/youngster.id)

youngster.id - Keinginannya untuk memberikan pengalaman berpariwisata yang lebih baik bagi para pelancong ke Yogyakarta, mendorong mahasiswa UGM Brigitta Maria Ledha mengembangkan aplikasi pariwisata daring cerdas bernama LUNGO! Jogja.

LUNGO! Jogja adalah aplikasi berbasis daring yang bertujuan memberikan rekomendasi perjalanan yang relevan di Yogyakarta. Dengan aplikasi ini, para pelancong mendapat tips berguna berdasarkan preferensi dan anggaran perjalananan mereka,” ujar Brigitta, seperti dikutip dari laman UGM.

DijelasBrigitta, kata “lungo” dalam bahasa Jawa berarti “pergi”. Akan tetapi, untuk aplikasi ini, LUNGO adalah akronim dari “Let Us kNow you Go,” atau Beri Tahu Kami Tujuan Anda.

Diklaimnya, aplikasi LUNGO! Jogja ini dapat menjawab kebutuhan wisatawan yang menginginkan rekomendasi jenis wisata yang sesuai dengan kesenangan mereka.

“Setiap kali keluarga saya datang berkunjung, mereka selalu meminta saya menjadi pemandu wisata untuk mereka. Walaupun saya selalu merekomendasikan tempat-tempat menarik di kota ini, reaksi dari mereka selalu saja berbeda-beda. Tidak setiap tempat cocok untuk setiap orang. Karena itulah saya pikir perlu ada aplikasi yang dapat membantu pelancong merencanakan kunjungan mereka dengan lebih baik berdasarkan preferensi pribadi mereka,” paparnya.

Baca juga :   Shopee Gandeng Baznas-Dompet Dhuafa Untuk Donasi Amal

Aplikasi wisata daring cerdas yang dikembangkan Brigitta itu mampu memenangkan 2018 Esri Young Scholar Award Competition. Di kompetisi nasional tersebut, Brigitta mampu menjawab tantangan untuk menonjolkan keunggulan yang diperoleh dari bidang studi geospasial, dan secara lebih spesifik, penggunaan kreatif dari teknologi GIS untuk menjawab tantangan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.

Chief Executive Officer Esri Indonesia, A. Istamar, mengatakan bahwa karya-karya peserta yang diterima tahun ini membuktikan generasi muda berbakat di bidang pemetaan Indonesia semakin bertumbuh baik dalam hal kualitas maupun kuantitas. Tuntutan akan disiplin ilmu geospasial seperti Big Data AnalyticField Mobility, dan 3D Analysis di universitas-universitas di Indonesia, menurutnya, terus tumbuh dan mendorong mahasiswa menggunakan teknologi spasial untuk mencari solusi bagi isu-isu nyata yang mereka lihat atau hadapi.

“Hasil karya Brigitta mendemonstrasikan betapa teknologi GIS dapat membuat perubahan nyata apabila digunakan secara kreatif untuk memecahkan masalah di tengah masyarakat maupun di sektor usaha,” tuturnya.

Sementara itu, Nazib Faizal, Kepala Sub-Direktorat Analisa Data dan Pengembangan Sistem, Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR, yang menjadi salah satu juri mengatakan bahwa proyek yang digarap Brigitta menjawab serangkaian isu penting yang dihadapi sektor ekowisata.

Baca juga :   Elevenia Perbaharui Mobile Aplikasi

“Proyek ini menyadarkan kepada kita bahwa dengan bantuan teknologi GIS untuk meningkatkan pengalaman penggun, kita dapat membuka peluang-peluang pariwisata dan investasi baru,” jelasnya.

Berkat aplikasi LUNGO! Jogja karyanya itu, Brigitta pun memenangkan tiket untuk menghadiri Esri User Conference—sebuah konferensi spasial terbesar di dunia yang diadakan di San Diego, California, Amerika Serikat yang berlangsung hingga 13 Juli 2018. Di sana, Brigitta berkesempatan memamerkan aplikasi karyanya di hadapan 15.000 pengunjung dari 150 negara.

 

FAHRUL ANWAR