Matakota, Pemenang Young Technopreneur YTech 2018

Para peserta dan juri Program Young Technopreneur YTech 2018. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Matakota jadi pemenang Program Young Technopreneur YTech yang diselenggarakan atas kerja sama Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Teknopreneur Indonesia. Startup ini akan berangkat untuk mengikuti kompetisi dengan sklala global di Silicon Valley.

“Dalam pertimbangan juri, untuk mereka (Matakota), juri begitu suka dengan bisnis model dan visi-misi yang dijelaskan. Karena kami merasa yang sudah dikembangkan Matakota mampu memberikan dampak positif untuk Indonesia,” ungkap Melisa Irene,Senior Vice President East Ventures, dalam keterangannya, Jumat (18/5/2018) di Jakarta.

Menurutnya, Matakota begitu aktif menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah. Hal ini yang membuat para juri tertarik. Namun, dari semua finalis yang ada, ide-ide yang dimilikinya pun terlihat sangat solutif.

“Semua founder-nya bekerja secara full time. Ini menunjukan bahwa mereka sangat antusias,” ucap Melisa yang juga menjadi juri ajang tersebut.

Matakota dengan tema Smart Cityzen-nya, merupakan startup yang menawarkan solusi pemenuhan kebutuhan untuk hidup aman dan nyaman. Melalui lapisan masyarakat, pemerintah, kepolisian, pemadam kebakaran, hingga bupati dan walikota. Matakota akan memberikan update informasi terbaru terkait info lalu lintas, kecelakaan, kriminal, bencana alam, bahkan perlindungan dan peran sosial secara faktual.

Baca juga :   Performa Meningkat, Mbiz Siap Bangun Marketplace

Founder Matakota, Erick Karya, mengungkapkan bahwa lolosnya Matakota pada program YTech menjadi modal yang cukup untuk mengembangkan Matakota ke depannya. Ia yakin dengan konsep gotong-royong digitalnya bisa memberikan impactfull di masyarakat.

Sementara itu, CEO Teknopreneur Indonesia, M. Andy Zaky, menjelaskan, untuk perkembangan startup nasional, Silicon Valley merupakan benchmark untuk mengembangkan bisnis teknologi. Menurutnya, tidak hanya peningkatan di sektor infrastruktur, namun dalam hal ini mindset pun juga turut berperan.

“Kami percaya, benchmark perkembangan bisnis teknologi adalah Silicon Valley. Itulah yang menjadi alasan kita menyelenggarakan program Young Technopreneur atau YTech,” terang Zaky.

Baginya, dari beragamnya solusi yang ditawarkan para startup di YTech ini, menunjukkan bahwa banyak peluang yang bisa dikembangkan oleh para startup di berbagai daerah di Indonesia dengan melihat berdasarkan masalah-masalah terdekat mereka.

“Yang dibutuhkan selanjutnya adalah mentorship dan dukungan jaringan untuk membantu mereka masuk ke level lebih lanjut,” pungkasnya.



STEVY WIDIA