Mendikbud: Game Online Tak Selalu Berdampak Buruk

Hari Game Indonesia jatuh pada 8 Agustus 2016. (Foto : Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Permainan di layar elektronik seperti game online tidak selalu berdampak buruk bagi anak-anak. Sejumlah studi menunjukkan bahwa anak yang terbiasa bermain game sesuai umurnya, akan terbiasa mengambil keputusan secara cepat dan berani. Namun tidak semua game cocok untuk anak-anak.

“Game itu tergantung cara penggunaannya. Jangan anti game, jangan juga buta pro game. Tidak semua game memiliki karakteristik yang cocok untuk dimainkan oleh anak semua umur,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam keterangan tertulis, Rabu (27/4/2016) di Jakarta.

Oleh karena itu Anies mengatakan, untuk mengawasi anak, orang tua perlu tahu dan peduli bahwa di dalam game ada sistem rating. Rating inilah yang memberi peringatan kepada pembelinya mengenai kecocokan konten untuk dimainkan anak usia tertentu. Dengan demikian, anak-anak akan terhindar dari dampak game yang tidak sesuai usianya.

“Sebagian orang tua pun amat awam terhadap model atau rating game. Selain itu mereka tidak menyadari bahwa tidak semua game edukatif dan cocok untuk anak-anak,” ucap Anies

Penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini menjelaskan, di negara maju seperti Amerika Serikat terdapat sistem Entertainment Software Rating Board (ESRB) yang memberikan kategori rating sesuai dengan usia. Kategori-kategori tersebut di antaranya adalah Early Childhood yang cocok untuk anak usia dini.

Kedua, Everyone yakni game cocok untuk semua umur. Selanjutnya kategori Everyone 10+ yakni game ini boleh dimainkan anak usia 10 tahun ke atas. Keempat, kategori Teen yakni game untuk anak usia 13 tahun ke atas. Kelima, kategori Mature yang khusus bagi remaja usia 17 tahun ke atas serta Adults Only yakni game khusus dewasa. Terakhir adalah kategori Rating Pending.

Selain kategori berdasarkan usia, Anies menjelaskan dikenal pula istilah deskripsi konten dalam ESRB. Di antaranya adalah konten Blood and Gore, Intense Violence, Nudity, Sexual Content, serta Use of Drugs.

“Biasanya, di kotak video game terdapat pengategorian seperti ini, ‘Mature 17+: Blood and Gore, Sexual Theme, Strong Language,” kata Anies. Anies menambahkan, klasifikasi ini menjadi sangat penting. Oleh karena itu, orang-orang di sekeliling anak wajib bertanggung jawab atas konten yang dimainkan anak-anaknya.

 

STEVY WIDIA