Mengulik Proses Kreatif di Balik Pembuatan Iklan Video Online

Diskusi panel Indonesia Creative Meetup mengenai Iklan Video Online di Tanah Air. Kiri-kanan: Syarief Hidayatullah - Senior Vice President Creative GetCraft, Anggi Sonsen - Creative Producer reKreasi dan Bahari Ck - Creative Director Go-Jek. (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Perkembangan teknologi informasi telah mempermudah 132,7 juta jiwa atau lebih dari 50% total populasi Indonesia yang mencapai 265,4 juta jiwa dalam mengakses internet. Salah satunya dalam hal konsumsi video daring melalui layar smartphone. Hal ini menjadi peluang bagi pebisnis untuk menjalankan strategi pemasaran digital melalui konten bentuk video.

Hasil riset dari Wyzowl menyebutkan, 81% bisnis telah menggunakan video sebagai alat pemasaran. Menurut Survei Nielsen Global Trust in Advertising Report, 52% konsumen di Indonesia percaya akan iklan video online. Tak heran jika, belakangan ini, istilah video marketing semakin menuai popularitas di kalangan pemasar.

Melihat peluang bisnis dan pengembangan ide konten kreatif, GetCraft kembali mengadakan acara bulanan Indonesia Creative Meetup (IDCM) di kawasan Sudirman, Jakarta dengan tema Creative Process Behind Online Video Ads. Pada kesempatan kali ini, GetCraft turut menghadirkan Bahari Ck, selaku Creative Director Go-Jek dan Anggi Sonsen selaku Creative Producer reKreasi sebagai panelis.

Memproduksi iklan yang menarik dan berkesan bukanlah hal yang mudah. Brand harus kreatif dalam menyampaikan pesan kepada audiens dan tentunya cerita yang dikemas harus memiliki relevansi. “Sebelum memulai proses produksi, hal pertama yang penting diketahui adalah sharing point apa yang ingin disampaikan, siapa target audiens dari konten yang diciptakan dan aksi apa yang diharapkan dari target audiens supaya konten yang diciptakan tepat sasaran,” ungkap Anggi Sonsen, Creative Producer reKreasi.

Baca juga :   GIA Manfaatkan Pemasaran Digital LINE

Ketika sasaran dan obyektif sudah terjawab, anggaran dan timeline dari penayangan video juga perlu diketahui untuk menentukan jenis video apa yang efektif untuk sebuah brand sesuai dengan kebutuhannya. Melanjuti hal ini, seorang videografer atau sebuah rumah produksi akan memulai tiga tahapan, yaitu pre-production, production, post-production sebelum menghasilkan sebuah video.

Dalam pemasaran konten, narasi memiliki peranan penting, begitu pula dengan video. “Menciptakan online video ads yang berkesan perlu kreativitas yang tinggi dan pengolahan data yang tepat. Bila melakukan kampanye untuk skala nasional, jangan hanya menggunakan ide yang dimengerti oleh sebagian masyarakat saja,” ungkap Bahari Ck, Creative Director Go-Jek.

Durasi juga berperan penting, terutama untuk video pendek seperti online ads. “Lima detik pertama memiliki peran besar dalam memikat atensi audiens. Bila dalam lima detik pertama berhasil menarik perhatian, maka audiens tidak keberatan untuk cari tahu kelanjutannya,” lanjut Anggi.

Konsumsi video sudah menjadi aktivitas keseharian masyarakat digital, distribusi video hanya menggunakan metode tradisional tidak akan cukup. “Video dapat diakses melalui berbagai perangkat, di antaranya melalui televisi, smartphone dan tablet. Di era serba digital, konsumsi konten video secara online melalui layar kecil semakin banyak ditemukan. Brand harus pandai dalam mengolah insight dan menentukan platform untuk distribusi sesuai target audiens yang diinginkan,” ujar Syarief Hidayatullah, Senior Vice President Creative GetCraft menutup acara Indonesia Creative Meetup.

Baca juga :   Pengguna Internet Indonesia Capai 88,1 Juta

 

HENNI T. SOELAEMAN