Merangsang Inovasi Anak Muda dalam Pengelolaan Air

Imam Santoso, Direktorat Jenderal SDA, diapit dua pemenang Duta Hari Air (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Sebagai upaya merangsang kreativitas dan inovasi anak muda dalam pengelolaan air, untuk pertama kalinya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia menyelenggarakan kompetisi Duta Hari Air.

“Membangun infrastruktur baru memang suatu solusi yang sangat baik. Namun, yang sangat penting sebenarnya kesadaran dari masyarakat untuk berpartisipasi. Saat ini, giliran siswa dan generasi muda untuk menciptakan terobosannya dalam melestarikan alam untuk air,” ujar Imam Santoso, Direktorat Jenderal SDA, dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan laporan BBC, saat ini Jakarta menempati urutan ke-5 sebagai kota yang paling terancam mengalami kelangkaan air. Alasan utamanya ialah kuantitas air tanah yang menyusut tajam.

Ditambah lagi, setiap harinya lebih dari 1,500 ton sampah dibuang ke Sungai Ciliwung, yang memperburuk kelangkaan air bersih di Jakarta.

Kompetisi itu diikuti lebih dari 50 siswa SMA/SMK Sederajat di Jabodetabek, Indonesia. Seluruh peserta menampilkan lomba pidato selama 5 menit, yang memuat berbagai solusi inovatif untuk menghemat air dan melestarikan lingkungan.

Berbagai ide cemerlang dipamerkan para finalis di atas panggung, juga riset dan pengamatan mendalam tentang kondisi kelangkaan air di Jakarta dan sekitarnya.

Baca juga :   SATU Indonesia Awards 2017 Cari Anak Muda Kreatif Penggerak Masyarakat

Dari 10 finalis, terpilih dua Duta Hari Air, yang nantinya akan menyosialisasikan pentingnya memelihara air, ke sekolah-sekolah di Indonesia dan melalui media sosial.

Dua pemenang yang terpilih sebagai Duta Hari Air adalah Muhammad Daffa Hakim dari SMAN 46 Jakarta dan Alethea Nadine dari SMA Tunas Bangsa Greenville Jakarta. Mereka berhasil membuat juri terkesan lewat idenya menciptakan tempat sampah inovatif di tepi-tepi jalan.

Bersamaan dengan kompetisi Duta Hari Air 2018, rangkaian acara ini juga memuat perlombaan paduan suara dan tarian tradisional tingkat SMA. Dengan lebih dari 25 peserta di Jabodetabek, Etniez Choir dari SMAN 2, Bekasi terpilih sebagai pemenang pertama, sementara kompetisi tari tradisional dimenangi oleh Tra Art Dance dari SMKN 57 Jakarta.

“Agar setiap program bisa berjalan lancar, dibutuhkan perasaan dan cinta dari tiap masyarakat untuk berpartisipasi, yang pastinya rasa itu bisa ditumbuhkan dari kesenian semacam lomba-lomba yang ditampilkan hari ini, yang kami percayakan sepenuhnya pada generasi muda,” ungkap Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

 

FAHRUL ANWAR