Mitra Bukalapak Ditargetkan Tembus 3 Juta di Akhir 2019

Belajar Ngelapak Bersama Komunitas Bukalapak (BNBK) Goes to Campus. (Foto: istimewa)

youngster.id - Bukalapak ingin menjadi perusahaan teknologi yang melakukan digitalisasi perdagangan, termasuk sektor ritel skala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk itu, e-commerce unicorn ini menargetkan jumlah warung kelontong dan individual yang menjadi Mitra Bukalapak 3,5 juta pada akhir tahun 2019.

Vice President Online to Offline (O2O) Bukalapak Rahmat Danu Andika menjelaskan, program Mitra Bukalapak dimulai sejak 2016 dengan menyediakan layanan dan produk virtual bagi warung kelontong seperti pulsa, pembayaran listrik dan tagihan.

Setelah itu, program Mitra Bukalapak merambah ke bidang lain seperti pembelian stok produk warung secara grosir, hingga penyediaan modal kerja.

“Ternyata bermitra dengan ritel tradisional dapat menjadi pintu masuk yang potensial untuk menjangkau masyarakat di sekitarnya khususnya yang belum memiliki akses perbankan,” ucap Danu dalam keterangannya, Rabu (7/8/2019) di Jakarta.

Andika menjelaskan, saat ini pihaknya juga bekerja sama dengan mitra strategis untuk menyediakan pusat distribusi di 14 titik yang ada di Indonesia untuk memangkas biaya logistik.

Menurut data perusahaan, Bukalapak menyediakan setidaknya 1.200 SKU (Stock Keeping Unit) yang dapat dibelanjakan oleh mitranya melalui aplikasi Mitra Bukalapak.

Baca juga :   Tingkatkan Investasi Digital BukaReksa Gandeng Tanamduit

“Program Mitra Bukalapak ini menjadi salah satu fokus perusahaan tahun ini dan menjadi sumber pertumbuhannya,” tegasnya.

Karena itu, Bukalapak tidak memungut biaya apapun bagi warung kelontong yang bergabung menjadi mitra.  Upaya monetisasi diperoleh dari komisi transaksi dan selisih harga dari perusahaan prinsipal yang didistribusikan ke Mitra Bukalapak.

“Dengan teknologi, promosi yang biasa dilakukan oleh prinsipal di ritel modern juga nantinya bisa dilakukan di warung-warung tradisional. Persaingan antara ritel modern dan tradisional juga  menjadi lebih seimbang dan mengutamakan kualitas layanan,” ujarnya.

Kini, Mitra Bukalapak terdiri dari 1 juta warung kelontong dan 1 juta individu pengusaha yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Selain menjual produk virtual, Bukalapak juga turut menyediakan pembayaran non tunai melalui kode QR yang dipajang di warung mitranya.

STEVY WIDIA