Mona Monika : Bank DBS Fokus Kembangkan Ekosistem Wirausaha Sosial

Mona Monika, Direktur Eksekutif Bank DBS Indonesia (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

youngster.id - Semangat wirausaha, khususnya di kalangan anak muda, di Indonesia terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Jenis usaha yang mereka pilih pun cukup beragam, ada yang berbasis digital, non-digital, maupun berorientasi sosial.

Antusias generasi milenial dalam mengembangkan usaha rintisan itu mendapat dukungan dari pemerintah maupun perusahaan. Bahkan, beberapa korporasi mengembangkan program khusus untuk mendukung kewirausahaan di kalangan anak muda ini. Salah satunya Bank DSB Indonesia, yang program dukungannya fokus pada pengembangan kewirausahaan sosial (socio entrepreneurship).

Sejatinya, Bank DBS telah menginisiasi program pengembangan wirausaha sosial ini, baik di Indonesia maupun Asia, sejak tahun 2014. Program itu berada di bawah naungan DBS Foundation.

Berbagai kegiatan telah digelar oleh DBS Foundation. Di antaranya kompetisi Wirausaha Sosial Asia DBS NUS, yaitu Social Venture Challenge Asia (SVC Asia), sebuah kompetisi untuk seluruh Asia dalam bidang wirausaha sosial dan terbuka untuk umum. Sejak diadakan tahun 2015, sudah 16 grant awardees yang dibagikan, 12 program partners, 60 social enterprise nurtured, dan 1000 lebih form aplikasi yang diterima.

Program ini pun telah bergulir di Indonesia. Beragam kegiatan telah digulirkan untuk menggerakan pelaku dan perintis wirausaha sosial. Bahkan, belum lama ini DBS Foundation telah menggelar Sosial Entrepreneur Summit kedua di Jakarta.

Nah, untuk tahu lebih jauh mengenai tujuan dan kegiatan pengembangan wirausaha sosial yang dilakukan Bank DBS ini, Wartawan Youngster.id Stevy Widia dan Fahrul Anwar berkesempatan bisa melakukan special interview dengan Direktur Eksekutif Bank DBS Indonesia Mona Monika. Berikut petikan wawancaranya:

 

Program dukungan pada pengembangan kewirausahaan yang dipilih Bank DBS fokus pada pengembangan wirausaha sosial (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

 

Apa yang mendasari Bank DBS untuk fokus pada wirausaha sosial?

Kami melihat bahwa kewirausahaan sosial menawarkan cara baru dalam mengatasi masalah sosial di suatu negara. Oleh karena itu, sejak Bank DBS mendirikan DBS Foundation tahun 2014, yayasan ini merupakan usaha dari Bank DBS untuk memberikan dampak yang lebih besar lagi dalam menangani kebutuhan sosial di Asia yang terus berkembang. Maka kami fokus pada pengembangan ekosistem wirausaha sosial.

Baca juga :   DBS Rangkul Startup Fintech Di Asia

Visi kami membentuk masa depan yang lebih baik dan lebih inklusif di Asia dengan cara mengembangkan kewirausahaan ​​sosial. DBS Foundation ingin berkontribusi untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif, sehingga masyarakat yang hidup berada di garis margin tetap dapat menikmati kehidupan yang produktif dan bermanfaat.

Apa saja program yang telah dilakukan oleh DBS Foundation?

Kami telah bekerja dengan perusahaan social (social enterprise) dan pengusaha social (socio entrepreneur) di Singapura, India, Indonesia, China, Taiwan dan Hong Kong. Program kegiatannya mulai dari pelatihan dasar dan workshops hingga pemeliharaan intensif, dukungan proyek yang sedang berjalan, forum untuk berbagi pengetahuan dan pendampingan manajemen senior.

Selain itu, untuk menggerakkan ekosistem, kami telah bekerja dengan para pelaku usaha sosial melalui berbagai program. Mulai dari kompetisi usaha sosial, forum pembelajaran, inkubasi, dukungan pendanaan, serta pendampingan.

Bisa dijelaskan lebih rinci tentang program DBS Foundation bagi pengembangan ekosistem kewirausahaan sosial?

DBS Foundation melakukan tiga pendekatan. Pertama, reach dan engage, yang dimaksudkan untuk membangun kesadaran dan advokasi kepada wirausaha social. Juga, akan diberikan informasi dan pengetahun mengenai lanskap wirausaha sosial di beberapa negara.

Beberapa program yang diadakan adalah Social Venture Challenge Asia, forum lokal, awards, dan workshop, serta AsiaForGood.com. Pada tahap pertama ini, peserta akan mendapat prototype grant sampai dengan SGD 50 ribu, yang dapat digunakan untuk para social enterprise baru dalam me-develop prototype dan mulai masuk ke pasar.

Kedua, inovasi dan inkubasi, yang fokus pada bagaimana perubahan dan kebutuhan sosial di masyarakat, sehingga para wirausahawan sosial dapat membuat model bisnis yang sesuai. Beberapa programnya seperti program inkubasi dan bootcamps, toolkits and case studies, serta skilled volunteering. Pada tahap ini, peserta akan mendapat organizational grant sampai dengan SGD 100 ribu, yang dapat digunakan untuk membangun sistem operasional selama 2-4 tahun.

Ketiga, tahap grow and scale. Pada tahap ini, para wirausahawan sosial akan mendapat scale up grant dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan finansial mereka. Beberapa programnya yaitu program akselerasi, akses pasar dan advisory, serta customised financial tools.

Berapa besar pendanaan untuk wirausaha sosial yang diberikan oleh Bank DBS?

Baca juga :   Networking Day, Program Pengembangan Wirausaha Sosial Bagi Anak Muda

Saat ini, grant adalah bentuk pendanaan untuk wirausaha sosial paling utama yang dimiliki oleh DBS Foundation. Nilai dari grant sendiri bervariasi dengan nilai total SGD 250 ribu yang diberikan kepada wirausaha sosial yang memiliki dampak sosial tinggi. Tujuannya untuk menumbuhkan serta membangun inisiatif dari mereka pada beberapa area yang sangat penting seperti kesehatan, pertanian, pendidikan,lingkungan berkelanjutan dan lain lain.

Dana hibah senilai total SGD 250 ribu tersebut diberikan kepada social enterprises yang lolos dari kualifikasi yang ditetapkan oleh lembaga yang mengelola dana sosial kemasyarakatan dari DBS Group yang berbasis di Singapura.

 

Mona Monika : Kewirausahaan sosial menawarkan cara baru dalam mengatasi masalah sosial di suatu negara (Foto; Fahrul Anwar/Youngster.id)

 

Apa saja kriteria yang harus dimiliki oleh wirausaha sosial untuk dapat memperoleh pendanaan dari Bank DBS?

Dalam memilih perusahaan sosial yang akan mendapatkan dana hibah, DBS Foundation menetapkan sejumlah kriteria. Antara lain, model usaha, inovasi, rencana operasional, dampak sosial, pengelolaan keuangan, dan rencana berekspansi ke wilayah regional. Adapun, besaran dana hibah yang diberikan terbagi ke dalam beberapa paket.

Pertama, prototype grant senilai SGD 50.000. Dana hibah ini diberikan kepada badan usaha yang telah terdaftar dan beroperasi kurang dari 2 tahun. Kedua, organizational grant senilai SGD 100 ribu. Dana hibah ini diberikan kepada badan usaha yang telah terdaftar dan beroperasi antara 2-4 tahun, dan telah mendapatkan penghasilan operasional serta dikelola secara penuh waktu oleh salah seorang pendiri.

Ketiga, scale up grant, yang berupa paket bantuan hibah dan instrumen pembiayaan lain. Paket dana hibah ini dapat diakses oleh badan usaha yang telah terdaftar dan beroperasi lebih dari 3 tahun, dan dikelola secara penuh waktu oleh salah seorang pendiri.

Selain itu, DBS juga mengelar kompetisi wirausaha sosial Asia, kerja sama dengan NUS, yaitu Social Venture Challenge Asia (SVC Asia). Apa tujuan yang ingin dicapai dari kompetisi ini?

Baca juga :   Amartha Jadi Pemenang Sankalp SEA Awards 2017

Kompetisi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendukung usaha sosial baru yang berpotensi untuk menghasilkan dampak sosial yang positif, mudah dikembangkan dan berkelanjutan. Dengan platform pembelajaran khusus, jaringan bermanfaat serta meningkatnya kepedulian dan dukungan pada wirausahawan sosial pemula, SVC Asia akan memacu dampak perubahan yang digagaskan para pemenang demi memecahkan masalah sosial yang paling mendesak saat ini.

SVC Asia tahun ini bertujuan untuk mengidentifikasi para calon pengusaha dan pengusaha pemula yang penuh semangat dan mendayagunakan solusi bisnis inovatif mereka (baik berupa produk, layanan atau proses) untuk mengatasi masalah sosial dan menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan di Asia.

Penyelenggaraan tahun 2017 ini memiliki 2 kategori yang berbeda untuk penyerahan pendaftaran, tergantung tahapan usaha sosial tersebut. Kategori ide, bagi mereka yang masih menguji kesahihan ide mereka dan sedang mencoba membangun produk yang minimal layak.

Dan kategori perusahaan, bagi mereka yang sudah menghasilkan pendapatan secara konsisten. Atau, sedang melakukan perluasan ke wilayah baru untuk mengembangkan skala dan dampaknya.

Selain hadiah uang dari kompetisi tersebut, DBS Foundation dan NUS Enterprise akan mengusahakan untuk menyediakan dukungan setelah kompetisi bagi tim finalis. Antara lain mempertemukan mereka dengan mentor yang bermanfaat, dukungan inkubasi yang relevan, dan sebagainya.

Ke depan, apa target atau rencana Bank DBS untuk pengembangan wirausaha sosial di Indonesia?

Fokus kami pada tahun ini adalah bagaimana memelihara dan mengembangkan inovasi dalam usaha sosial untuk memberikan dampak sosial yang lebih luas lagi. Bagaimana inovasi dalam usaha sosial membawa dampak yang signifikan, seperti peran pemuda dalam kewirausahaan sosial untuk membawa kemajuan dan inovasi sosial pada masyarakat yang lebih luas.

Inovasi berkelanjutan sebagai kebutuhan merupakan kunci kesuksesan. Dan, menjadi wirausaha sosial yang siap untuk menjadi tujuan investasi berbagai korporasi. Selain itu, memikat generasi milenium akan usaha sosial, sehingga peran mereka dalam membangun Indonesia jadi lebih kuat.