Muhammad Calvin Capnary : Ajak Masyarakat Belajar Bahasa Asing Secara Online dan Daring

Muhammad Calvin Capnary, Co-Founder & Chief Business Development Bahaso.com (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Pepatah mengungkapkan bila seseorang mengusai bahasa asing, maka dunia berada di genggaman. Ya, tak bisa dipungkiri di era digital saat ini, bahasa asing merupakan salah satu hal penting dalam berkomunikasi.

Menguasai bahasa asing menjadi syarat penting masuk di sebuah perguruan tinggi, melamar sebuah beasiswa hingga syarat dalam dunia kerja. Namun, belajar bahasa asing kadang dianggap menjadi sebuah perkerjaan yang sulit.

Indonesia menduduki peringkat ke-51 dari 88 negara di dunia, dengan penurunan skor menjadi 51,58 dari 52,14 pada tahun 2017. Skor ini menempatkan Indonesia pada posisi ke-13 dari 21 negara di Asia dan berada di bawah nilai rata-rata kecakapan Bahasa Inggris kawasan Asia (53,94), masih berada di bawah peringkat negara ASEAN lainnya, seperti Singapura dengan (68,63) pada tingkat Kecakapan Sangat Tinggi, Filipina (61,84) dan Malaysia (58,32) di Tingkat Kecakapan Tinggi. Bahkan Indonesia, berada di bawah Vietnam (53,12) yang berada di Tingkat Kecakapan Menengah.

 

Padahal negara-negara di Asia yang memiliki kemahiran dan perkembangan Bahasa Inggris yang baik, menunjukkan pertumbuhan yang pesat pada perdagangan dan teknologi. Semakin tinggi tingkat kemampuan Bahasa Inggris suatu negara, maka semakin besar pula rata-rata pendapatan penduduk di negara tersebut.

Melihat fenomena tersebut, menggugah Muhammad Calvin Capnary dan rekannya mendirikan platform Bahaso yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui media online dan daring. Tujuannya, untuk mempermudah orang agar dapat mengusai bahasa asing.

“Ini adalah platform untuk belajar bahasa interaktif. Tujuan dibuatnya platform ini, kami ingin anak Indonesia bisa belajar bahasa asing di mana pun dan kapan pun,” terang Calvin, Co-Founder dan Chief Business Development Bahaso.com kepada youngster.id saat ditemui di Jakarta.

Menurut Calvin, lewat teknologi maka batasan akan edukasi bahasa akan dapat dihilangkan. Terutama untuk masyarkat yang berada di daerah 3T yaitu terluar, terdepan dan terpencil.

“Orang-orang memiliki handphone tetapi mereka nggak ngerti bagaimana cara optimalisasinya. Akhirnya kami coba mulai masuk dari situ. Kami ajarkan bagaimana cara masuk ke dalam internet, juga belajar bahasa di sana. Karena ketika orang menggunakan internet yang ditemukan di situ banyak yang menggunakan Bahasa Inggris. Bagaimana kita mau mendapatkan ilmu yang baik dan mendapatkan konten-konten yang baik, kalau Bahasa Inggris aja nggak bias. Dan dari situlah kami hadirkan Bahaso,” papar Calvin.

Baca juga :   Tim Headhunter Jadi Wakil Indonesia di Kompetisi LoC III 2019

Seluruh platform tersebut saling terintegrasi sehingga pengguna yang sempat menggunakan Bahaso berbasis web, bisa kembali melanjutkan materi dan level melalui aplikasi mobile Bahaso.

Pada versi 1.0 ini Bahaso menyediakan metode pembelajaran Learning by Content dengan pendekatan metode Discovery Learning yang mengadopsi kurikulum CEFR (The Common European Framework of Reference for Languages).

 

Menyenangkan

Aplikasi ini diinisiasi sejak tahun 2015 dengan cita-cita ingin memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia baik yang tinggal di perkotaan ataupun di pedesaan agar bisa memiliki kesempatan belajar Bahasa Inggris dengan cara yang mudah, cepat, murah dan menyenangkan.

“Kami buat pembelajaran itu lebih menyenangkan dan konten-konten yang ada di platform ini dibuat se-friendly mungkin. Dan juga buat teman-teman yang kesulitan berbicara Bahasa Inggris di sini kami ada program namanya Bahaso Talk. Cara pembelajaran kami di sini by online semua web based, Android dan IoS. Alhamdulillah, tahun lalu kami juga menjadi the best apps untuk search leraning dari Google Plasystrore,” ucap Calvin.

Oleh karena itulah, lanjut Calvin, Bahaso menciptakan fitur interaktif menarik dengan dasar (platform) media sosial. Sementara dari sisi bahasa, mereka bekerja sama dengan Universitas Indonesia.

“Nantinya seluruh pengguna Bahaso yang telah menyelesaikan pembelajaran juga akan mendapatkan sertifikat dari FIB Universitas Indonesia,” ujar Calvin.

Sebenarnya, selain bahasa Inggris, Bahaso.com juga menyediakan pilihan belajar beberapa bahasa asing lain seperti Tiongkok, Korea, Jepang, Arab, Prancis dan Belanda. Diklaim Calvin, metode pembelajaran Bahaso.com mengikuti standar internasional yang mengacu kepada CEFR (Common European Framework of Reference For Languages).

“Bahaso.com dapat diakses melalui aplikasi via telepon pintar yang berbasis Android maupun iOS,” tegas Calvin.

Diklaim Calvin, selama tiga tahun berjalan, sudah ada lebih dari 500 ribu peserta didik di Bahaso. Penggunanya pun terdiri dari berbagai kalangan dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Penyesuaian kurikulum yang tak memperbanyak hapalan dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna inilah yang jadi salah satu kekhususan unik Bahaso. Selain belajaar secara daring, Bahaso juga menjajakan pemberian pelatihan Bahasa Inggris offline di perusahaan dan instansi pemerintah.

Baca juga :   Sekarang, Ide itu Murah!

Dikatakan Calvin, saat ini model bisnis yang diterapkan masih fokus dalam pengembangan bahasa. Ada 2 bahasa yaitu Inggris dan Mandarin karena kedua bahasa ini dinilai masih paling tinggi dan memang diminati oleh masyarakat Indonesia.

“Kami melihat mayoritas pengguna yang menginkan dua bahasa ini begitu besar di Indonesia,” ujarnya.

Ke depannya, Calvin dan timnya yang berjumlah 22 orang bakal menyediakan materi bahasa asing lainnya. Bahasa Mandarin rencananya bakal segera bisa digunakan pengguna dalam waktu dekat. Adapun Bahasa Prancis direncanakan online Februari tahun depan. “Bahasa daerah juga mau kami usahakan bisa dipelajari,” katanya.

 

Muhammad Calvin Capnary : Ajak Masyarakat Belajar Bahasa Asing Secara Online dan Daring
Menurut Calvin, sejak tahun 2015 platfom Bahaso.com telah mengalami peningkatan pesat. Penggunanya sudah mencapai 550 ribu lebih (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

 

Optimis

Calvin optimistis startup yang disokong pendanaan pra series oleh PT Telkom ini bisa menarik lebih banyak minat masyarakat. Dia meyakini betul anggapan mempelajari bahasa asing itu bisa meningkatkan rezeki seseorang. “Di luar kita melihat Filipina dan Malaysia, itu para tenaga kerjanya lebih lancar berbahasa Inggris dibanding Indonesia. Makanya dapat dibayar lebih murah,” ungkapnya.

Menurut Calvin, bagi peserta telah menyelesaikan pendidikan di Bahaso.com akan mendapatkan sertifikasi dari Universitas Indonesia. Selain itu, belajar bahasa di platform Bahaso didukung oleh para pengajar, konten maupun valiadsi yang dapat dipertanggungjawabkan. Itu pula yang menjadi pembeda platfrom Bahaso dari platform lainnya.

“Di sini yang berbayar ada 3 paket untuk general English, yaitu paket 1 bulan, 3 bulan dan untuk 12 bulan. Untuk yang paket 12 bulan biayanya sebesar Rp 750 ribu. Kalau paket 1 bulan biayanya Rp 150 ribu, dan Rp 500 ribu untuk 6 bulan,” sambungnya.

Calvin mengklaim sejak tahun 2015 platfom Bahaso.com telah mengalami peningkatan pesat. “Pengguna kami sudah sebanyak 550 ribu lebih, dan murid yang belajar di sini datang dari seluruh Indonesia. Rata-rata usia murid yang belajar di sini mulai dari 18 tahun sampai 30 tahun,” ungkapnya.

Selain Inggris dan Manadarin, ada bahasa-bahasa lain seperti Jepang, Jerman Spanyol yang lain dalam platform Bahaso. “Rencana target kami masih ke vocational education, tetapi hal ini menjadi PR yang sangat besar ketika ilmu-ilmunya tidak bisa didapatkan secara mudah. Sedangkan yang kami katakan ilmu dari jurnal dan bahan-bahan pembelajaran aja bahannya menggunakan Bahasa Inggris. Makanya kami fokus untuk Bahasa Inggris dulu, dan nggak menutup kemungkinan juga akan bertambah pelan-pelan ada bahasa Jepang, Jerman dan Spanyol di dalam platform Bahaso,” kata Calvin.

Baca juga :   #HazeFreeJakarta Ajak Masyarakat Aktif Mengatasi Polusi Asap

Di sisi lain, dia mengakui saat ini persaingan usaha di bidang yang sama perlahan mulai ditemuinya. Namun dengan cara pemberian konten yang menarik dan mengajak serta memberikan pelajaran bahasa kepada masyarakat yang lebih efektif membuat Bahaso mampu menghadapi persaingan.

“Dengan kualitas produk dan konten yang kami miliki, kami percaya ketika ada persaingan yang sama di bisnis ini konten yang utama karena itu yang kami jual, termasuk juga service. Makanya kami buat semudah mungkin,” tuturnya.

Calvin menargetkan bisa mencapai 1 juta murid lagi yang bisa bergabung di platform Bahaso di akhir tahun 2019. Untuk itu dia menerapkan strategi edukasi untuk lebih memperkenalkan platform Bahaso, yaitu melalui media sosial dan juga bekerjasama dengan beberapa influencer.

“Akhirnya kami berharap Bahaso.com bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia belajar bahasa asing,” pungkasnya.

 

=====================

Muhammad Calvin Capnary

  • Tempat Tanggal Lahir            : Jakarta 6 January 1992
  • Pendidikan                           :  S2, Human Capital Management Universitas Indonesia
  • Usaha yang dikembangkan   : Belajar bahasa asing secara online dan daring
  • Nama Brand                        : Bahaso.com
  • Mulai Usaha                         : tahun 2015
  • Jabatan                               : Co-Founder & Chief Business Development
  • Jumlah Tim                         : 50 org
  • Pengguna Aplikasi               : sekitar 550 ribu
  • Prestasi                              : The Best Apps, untuk Search Leraning dari Google 2018

===================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia