Nodeflux, Terapkan AI pada Sistem Informasi Rest Area

Tim Nodeflux. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Pembangunan infrastruktur jalan, termasuk jalan tol telah mempermudah masyarakat untuk bepergian. Namun dalam perjalanan jauh dibutuhkan area peristirahatan. Kini berkat startup Nodeflux yang berkolaborasi dengan Telkom Divisi Digital Service dan PT Jasa Marga lokasi informasi kondisi rest area jadi lebih mudah.

Ya, layanan dengan implementasi kecerdasan buatan, big data, dan deep learning dapat mengenali lokasi area peristirahatan secara real time. Layanan ini telah diterapkan waktu arus mudik kemarin. Bahkan Telkom memasang layanannya di 10 titik area peristirahatan (rest area) pada ruas mudik yang padat.

Chief Executive Officer (CEO) Nodeflux, Meidy Fitranto, mengatakan dengan layanan tersebut, kendaraan pada ruas sebelum dan pada area peristirahatan bisa dikenali secara akurat. “Untuk kemudian datanya diolah dan ditampilkan secara real time kepada masyarakat,” ujar Meidy dalam keterangannya baru-baru ini di Jakarta.

Dia menjelaskan, layanannya mampu menghitung kendaraan yang masuk secara akurat dan real time, baik di pintu masuk atau keluar rest area. Dari data tersebut, informasi slot parkir kosong dapat ditampilkan pada papan pengumuman digital sebelum masuk rest area.

Baca juga :   Negara Perlu Antisipasi Ancaman Siber

Startup binaan program Indigo.id 2016 itu mampu memodernisasi manajemen area peristirahatan di area tol melalui proses pengelolaan parkir menjadi lebih cepat dan akurat sehingga memudahkan masyarakat pemudik. Menurut Meidy, informasi slot kosong bahkan sampai didetilkan seperti parkir kosong untuk kendaraan kecil sekian unit dan lahan kosong kendaraan besar sekian unit. “Hal ini membuat pengendara bisa mengatur perjalanannya lebih nyaman,” ujarnya.

Meidy menegaskan, potensi penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam manajemen kendaraan di Indonesia sangat terbuka luas. Pasalnya, lalu lintas di perkotaan besar di Indonesia merupakan masalah yang cukup serius untuk diselesaikan. Penerapan teknologi dalam pengawasan rest area di ruas jalur mudik ini merupakan momentum.

Penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) sangat membantu kegiatan operasional dengan mengotomasi aktivitas yang sebelumnya dilakukan manual. Penerapan AI ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dan dapat terus disempurnakan untuk mendukung transformasi digital Jasa Marga dan penerapan sistem ITS (Intelligent Transportation System) dalam manajemen jalan tol di Indonesia.

Baca juga :   UKM Rampoe UGM Wakili Indonesia Pada Taiwan Lantern Festival

 

STEVY WIDIA