Pemerintah Target Lahirkan 1.000 Startup pada 2020

Bekraf dan Mandiri Capital Indonesia gelar GSI Scale Con. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Pemerintah menargetkan, 1.000 startup lahir di Indonesia pada 2020. Untuk itu sejumlah langkah disiapkan untuk mencapai target itu.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Farah Ratnadewi Indriani mengatakan, ada lima hal yang sedang dilakukan pemerintha untuk mencapai hal itu. Pertama, pemerintah focus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam hal ini, pemerintah mendorong pendidikan vokasional. Kemudian menjaga iklim usaha yang kondusif. Caranya, bisa dengan menjaga perekonomian tetap tumbuh.

Langkah ketiga, kebijakan fiskal yang mendukung. Selain itu tersedianya pendanaan dan memfasilitasi startup dengan regulasi yang mendukung.

“Dari sisi regulasi, kami merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI),” kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Farah Ratnadewi Indriani dalam konferensi tahunan GoStartupIndonesia Scale Con 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rofyanto Kurniawan menyatakan bahwa instansinya sudah memberikan beberapa insentif untuk mendukung perkembangan startup.

Ia mencontohkan, pemerintah menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beromzet di bawah Rp 4,8 miliar, dari 1% menjadi 0,5% per tahun. Pemerintah juga membebaskan pajak dividen bagi modal ventura yang mau membiayai startup dengan omset hingga Rp 50 miliar.

Baca juga :   Transaksi Harbolnas 2017 Tembus Rp 4,7 triliun

Selain itu, pemerintah mendukung perkembangan startup melalui belanja Kementerian dan Lembaga (K/L). “Belanja lewat K/L, bisa melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) atau Kementerian Koperasi dan UMKM. Dari sisi pajak ada beberapa insentif yang disediakan,” kata dia.

Sementara itu Bekraf mendukung itu dengan mengadakan sejumlah program untuk mempertemukan startup dengan calon investor. Misalnya, program akselerasi startup yang disebut BE-X. Adapula program kerja sama dengan Samsung dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Global Startup Acceleration Program (GSAP).

Bekraf juga bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan platform GSI – GoStartupIndonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem startup di Indonesia. GSI akan mendorong perusahaan rintisan ekonomi kreatif untuk mendapat akses permodalan dengan go public.

STEVY WIDIA