Pemuda Diajak Peduli Akan Ketahanan Pangan Nasional

(ki-ka) Nancy Indriati (Head of Strategy, Business Development and Legal HiLo), Diah S. Saminarsih (Pendiri CISDI, Anindita Sitepu Ketua FYI, dan Prof. dr. Akmal Taher (Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Peningkatan Pelayanan. (Foto: Stevy Widia/Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Forum for Young Indonesians (FYI) akan menggelar seminar bertema Our Food Our Future pada 22 Oktober 2017. Ajang ini diharapkan akan mendorong generasi muda untuk peduli akan ketahanan pangan nasional, termasuk mempertemukan para pelaku usaha dan innovator muda.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki 63 juta pemuda, yang jumlahnya setara dengan 26% dari 238 juta total penduduk Indonesia. Ini merupakan potensi besar untuk dapat melahirkan berbagai praktik cerdas dalam pembangunan, termasuk dalam hal ketahanan pangan.

Diah S Saminarsih, Pendiri Center for Indonesia’s Development Initiaves (CISDI) mengatakan, saat ini sistem pangan nasional menanggung beban yang semakin berat dalam memenuhi kebutuhan pangan masa depan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas gizi yang dihasilkannya. Tuntutan ini tentu mempengaruhi status kemiskinan, kesehatan serta perubahan iklim global akibat kegiatan produksi dan konsumsi manusia yang mengancam keberlanjutan lingkungan.

“Untuk itu kami ingin mengajak dan mendorong pemuda sebagai generasi masa depan bangsauntuk ikut terlibat dan berpartisipasi dalam berbagai titik mata rantai pangan dari hulu ke hilir, agar inovasi dalam isu pangan terus menjadi prioritas agenda pembangunan,” kata Diah kepada media, Rabu (18/10/2017) di Jakarta.

Dia menegaskan FYI menjadi wadah bagi para pemuda untuk dapat mengembangkan potensinya untuk menjadi pelaku pembangunan: menjadi sumber informasi dan pengetahuan, membangun lingkungan yang ramah terhadap inovasi, mendorong terwujudnya gagasan menjadi aksi,dan memberikan pendampingan melalui jejaring multi-sektor yang sudah diciptakan.

“Asia Pasifik adalah kawasan regional dengan populasi terpadat di dunia. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak di kawasan Asia Pasifik, dan juga negara dengan tantangan pembangunan yang sangat kompleks. Di antara tantangan yang dihadapi adalah pemastian tersedianya pangan. Bukan hanya suplai bahan pangan, namun juga sistem produksinya,” jelas Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Peningkatan Kemitraan dan Sustainable Development Goals (SDGs) itu lagi.

Sementara itu, Anindita Sitepu Ketua FYI dan Direktur Program Cisdi mengatakan, pangan merupakan cerminan pembangunan. Dan pemuda merupakan bagian penting dari pembangunan.

“Dalam tahun-tahun terakhir banyak sekali contoh inisiatif untuk sistem pangan yang dipelopori pemuda, mulai dari sisi produksi, memperpendek rantai distribusi, hingga pengolahan limbah. Forum ini akan menjadi inkubator terlahirnya pendekatan dan metode baru untuk mengembangkan kapasitas pemuda dan membuka akses untuk turut terlibat dalam sistem pangan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan urgensi agar perwakilan masyarakat sipil, utamanya pemuda, mau berkiprah sebagai social entrepreneur yang saat ini semakin dibutuhkan. Transfer pengetahuan, teknologi, keterampilan kerja, akses pada permodalan dan pendampingan bagi peningkatan kapasitas praktis, ia sebut sebagai hal yang sangat dirindukan para pemuda Indonesia yang ingin turut berkontribusi dalam pembangunan.

Head of Strategy, Business Development and Legal, HiLo, Nancy Indriati memberikan dukungan akan kegiatan FYI. “Kami menyadari bahwa inovasi dan keberlanjutan dalam cara kita melakukan produksi dan konsumsi adalah ‘opportunity’ bagi sektor bisnis untuk melakukan transformasi yang substansial. Kami pun sadar bahwa perubahan tidak bisa kami lakukan sendirian, sehingga melihat bagaimana pemuda berinisiatif untuk memimpin, membuat kami ingin turut mendukung semangat tersebut,” ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut FYI akan menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya, Boediono Wakil Presiden RI ke 11, Faisal Basri Ekonom Universitas Indonesia, dan Emil Salim tokoh ekonomi dan lingkungan Indonesia.

STEVY WIDIA