Pendapatan Alibaba Capai Rp 237,7 Triliun per Juni 2019

Peserta program eFounders Initiative Kantor Pusat Alibaba di Hangzhou, Tiongkok. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Alibaba Group Holding Limited mencatatkan pendapatan 114,92 miliar reminbi atau US$ 16,74 miliar (sekitar Rp 237,7 triliun) per Juni 2019. Penyumbang terbesar pendapatan Alibaba adalah lini bisnis e-commerce, yaitu US$ 14,5 miliar.

Perolehan ini meningkat 42% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy), 80,9 miliar renminbi. Kontributor terbanyak kedua yaitu komputasi awan (cloud computing), 7,8 miliar renminbi atau US$ 1,1 miliar. Lalu, dari media digital dan hiburan 6,3 miliar renminbi atau US$ 920 juta.

“Alibaba melewati kuartal yang sangat baik, memperluas basis pengguna kami menjadi 674 juta pengguna aktif tahunan, yang menunjukkan keunggulan pengalaman konsumen yang kami hadirkan,” kata Daniel Zhang Chief Executive Officer (CEO) Alibaba Group dalam siaran pers, Senin (19/8/2019).

Untuk itu, Alibaba berencana memperluas basis konsumen dan meningkatkan efisiensi operasional, supaya pertumbuhan bisnis semakin kuat. “Dengan kuatnya arus kas dari bisnis perdagangan utama, kami akan terus berinvestasi pada teknologi dan menghadirkan transformasi digital bagi jutaan pelaku bisnis di dunia,” kata Daniel.

Baca juga :   E-Commerce Bhinneka.com Rencanakan IPO Di 2018

Pengguna aktif tahunan Alibaba memang mencapai 674 juta, atau meningkat 20 juta selama setahun terakhir. Pengguna aktif mobile bulanannya (Mobile Active User/MAU) juga mencapai 755 juta, atau naik 35 juta. Chief Financial Officer (CFO) Alibaba Group Maggie Wu mengaku senang karena interaksi mitra penjual dan konsumen meningkat. “Kami akan terus berinvestasi pada pertumbuhan jangka panjang dan secara paralel melakukan efisiensi biaya di bidang investasi,” kata dia.

Executive Vice Chairman Alibaba Group Joe Tsai memperkirakan, digitalisasi ekonomi akan semakin berkembang dengan adanya jaringan internet generasi kelima (5G) dan Internet of Things (IoT). Secara keseluruhan, pendapatan dari operasional Alibaba mencapai 24,38 miliar renminbi atau US$ 3,55 miliar. Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan naik 34% menjadi 39,24 miliar Renminbi atau US$ 5,72 miliar. Kemudian, pendapatan bersih dari kepemilikan saham biasa sebesar 21,25 miliar renminbi atau US$ 3,1 miliar. Lalu, pendapatan bersih 19,12 miliar renminbi atau US$ 2,79 miliar.

Baca juga :   Mahasiswa Ditantang Temukan Solusi Bagi Kotanya

STEVY WIDIA