Perhimpunan Pelajar RI Gelar Simposium Internasional di Moskow

Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia menggelar Simposium Internasional bertema “Kontribusi Pemuda dalam Strategi Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara diselenggarakan pada 23-27 Juli 2018 di Moskow, Rusia.

Simposium Internasional kali ini akan diikuti oleh 41 delegasi PPI di dunia dan 45 BEM Universitas di Indonesia. Jumlah peserta yang akan datang diperkirakan lebih dari 160 orang.

Koordinator PPI Dunia Pandu Utama Manggala mengatakan, topik pembangunan nasional diambil sebagai upaya saling bertukar pendapat mengenai arah pembangunan Indonesia di masa yang akan datang.

“Artinya menuju 2045 tinggal 27 tahun lagi, dan pada waktunya nanti, kemudi Indonesia akan dipegang oleh para pemimpin muda saat ini. Untuk itu, kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” kata Pandu dalam keterangannya, Minggu (29/7/2018).

Kegiatan akan diisi dengan empat diskusi panel. Panel pertama yakni ekonomi kreatif dan pariwisata, kedua pendidikan, lalu kesehatan masyarakat, hingga akselerasi pembangunan daerah.

Simposium Internasional ini juga diikuti sejumlah acara penunjang lainnya seperti seperti pembinaan bersama ISPR (International School of Economics), sharing session Bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Indonesian Cultural Night, serta Cultural Excursion.

Baca juga :   Pioneer, Pembangkit Listrik Tanpa Energi

“Simposium Internasional ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran dan sinergitas pelajar dan mahasiswa Indonesia di luar negeri terhadap bangsa dan negara Indonesia, dan mempererat silaturahmi sekaligus menjalin persahabatan yang kokoh antar sesama mahasiswa Indonesia di mancanegara,” kata Jeff Timothy Kalengkongan Ketua PPI di Rusia (Permira).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi salah satu pembicara kunci dalam simposium ini. Acara sendiri terbagi menjadi empat diskusi panel, yakni pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi kreatif dan pariwisata, serta akselerasi pembangunan daerah. Selain Tito, hadir juga pembicara Wakil Ketua MPR Mahyudin, Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani, Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia Dino Patti Djalal, Staf Ahli Menpar Bidang Multikultural Esthy Reko Astuti dan lain sebagainya.

Dalam kesempatan itu Tito mengatakan, pemuda memiliki peran yang sangat penting dan tak terpisahkan dalam mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia. “Peran pemuda selalu mewarnai perjuangan bangsa. Mulai Budi Utomo, Sumpah Pemuda dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, pemuda menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” ucap Tito.

Baca juga :   Tingkatkan Wawasan dan Daya Saing, Kemenpora Kirim 100 Pemuda Ke Tiongkok

STEVY WIDIA