Polycom Penetrasi Pasar Video Conference Untuk UKM di Indonesia

Minhaj Zia Vice President for Polycom in India, SAARC &SEA. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Tranformasi teknologi untuk bisnis tidak lagi didominasi oleh perusahaan skala multinasional. Pasalnya belakangan ini terus bermunculan solusi bisnis yang menyediakan perangkat bagi pelaku Usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengikuti perkembangan teknologi itu. Termasuk dalam hal video conference.

Perusahaan teleknologi komunikasi, Polycom pun siap melakukan penetrasi pasar dengan menghadirkan sejumlah produk video conference bagi UKM di Indonesia.

“Kami melihat perkembangan UKM di Indonesia sangatlah pesat, bahkan sektor usaha ini menyumbang 48% dari PDB Indonesia. Peluang dari pasar ini yang sekarang ingin kami raih,” kata Minhaj Zia Vice President for Polycom in India, SAARC &SEA kepada media, Selasa (23/10/2018) di Hotel Mandarin Jakarta.

Menurut Minhaj, dengan perkembangan teknologi seperti telepon selular dan akses internet di Indonesia sudah bukan halangan lagi bagi UKM untuk tranformasi digital. Hal ini akan membuat usaha akan jadi lebih efesien dan efektif.

“Dengan perangkat teknologi seperti video conference dan dukungan akses internet maka UKM bisa bersaing secara global dan tumbuh besar menjadi lebih baik,” ujarnya.

Baca juga :   UMKM Bandung Dilatih Manfaatkan Bisnis Digital

Perusahaan yang kini tergabung dengan Plantronics menghadirkan sejumlah produk terbaru yang mendukung video conference. Beberapa diantaranya disebut Minhaj cocok untuk para pelaku UKM seperti Polycom Trio Video Solutions. Perangkat ini diklaim mudah digunakan dan meminimalisir infrastruktur IT pendukung. Polycom Trio cocok untuk melakukan video conferencing dengan beberapa orang di dalam ruangan.
Selain Trio, beberapa produk teknologi kamunikasi lain seperti Eagleteye Mini, VoxBox speakerphone.

Sejauh ini, Polycom memiliki pelanggan dari pihak pemerintah seperti KPU, BPK dan sejumlah Pemerintah Daerah. Selain itu tentu sejumlah perusahaan swasta dari berbagai jenis usaha seperti manufaktur, minyak dan gas serta perusahaan telekomunikasi.

Minhaj menegaskan, seiring dengan perkembangan era digital dan bisnis, UKM akan menjadi salah satu fokus perusahaan.

“Karena adanya peluang besar di era digital ini, UKM menjadi salah satu fokus kami dengan perkembangannya yang besar. Kami juga memiliki beberapa produk baru untuk memenuhi kebutuhan mereka dan harganya juga lebih terjangkau,” pungkasnya.

STEVY WIDIA

Baca juga :   Telkom Craft Indonesia 2018: Eksplorasi Keunggulan Karya Anak Bangsa