Polytron Luncurkan Kulkas Yang Tidak Merusak Ozon

Peluncuran Polytron lemari es Belleza 3, Rabu (12/7/2017) di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

youngster.id - Gaya hidup masyarakat yang semakin peduli lingkungan memicu inovasi dalam produk rumah tangga yang ramah lingkungan. Salah satunya adalah produk lemari es Polytron Belleza 3 yang diklaim tidak merusak ozon.

Marketing Director Polytron Tekno Wibowo mengatakan langkah inovasi ini merupakan upaya Polytron untuk dapat memenangkan pasar. “Kami selalu melakukan inovasi dari setiap produk karena kami yakin inovasilah yang membuat kami bisa bertahan di tengah gempuran produk impor,” ucap Tekno pada peluncuran Belleza 3, Rabu (12/7/2017) di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Lebih jauh, Tekno menjelaskan lemari es ini sudah disematkan teknologi kompresor baru yang tingkat efisiensi pendinginannya lebih baik dibanding kompresor lama. Selain itu, pemakaian listriknya jauh lebih hemat.

“Hemat energi dan ramah lingkungan adalah bentuk kepedulian Polytron terhadap lingkungan dan merupakan standar kami dalam mengembangkan produk.Karena itu kami menggunakan kompresor HFC (Hydro Carbon) sehingga pemakaian listriknya jauh lebih dikit dan lebih penting lagi kalau produk ini ditaruh di rumah itu juga ramah lingkungan. Dalam arti tidak merusak ozon dan sudah berkontribusi di lingkungan kita,” kata Tekno.

Baca juga :   B-Smart, Aplikasi Smartphone Khusus Penyandang Tuna Netra

Selain itu dari sisi desain juga merupakan pembaruan dari Belleza 2. Menurut Tekno, lemari es unggulan Polytron ini mendukung gaya hidup sehat. Karena kesegaran produk makanan seperti buah dan sayuran terjaga.

Merambah Ekspor

Tekno menambahkan untuk mempertahankan market share atau pangsa pasar Polytron selalu keluar dengan produk terbaru. Bahkan dalam waktu dekat, Polytron kembali meluncurkan smartphone. “Tentunya adanya inovasi ya. Termasuk smartphone sekitar tanggal 24 (Juli) ada peluncuran,” terangnya.
Selain itu, Tekno mengungkapkanbahwa saat ini Polytron juga merambah ekspor. “Produk kita sudah banyak di ekspor ya banyak terutama ASEAN,” ujarnya.

Selain Thailand dan Myanmar Polytron juga membidik negara Filiphina. “Presentasi domestik dengan ekspor kira-kira 5%,” ungkapnya.

Polytron merupakan brand elektronik asal Indonesia yang didirikan 18 September 1975 di Kudus dengan nama PT Indonesian Electronic and Engineering kemudian berubah nama menjadi PT Hartono Istana Electronic lalu merger dan menjadi PT Hartono Istana Teknologi.

Saat ini Polytron memiliki tiga pabrik di Kudus Krapyak seluas 109.000 meter persegi, sedangkan di Kudus Sidorekso (2009) seluas 130.000 meter persegi dan di Sayung Semarang seluas 160.000 meter persegi (merupakan pabrik lemari es terbesar di Jawa Tengah) dengan total karyawan lebih dari 6.000 orang 19 kantor perwakilan atas nama PT Sarana Kencana Mulya, 7 authorized dealer dan lebih dari 63 service centre meliputi seluruh Indonesia.

Baca juga :   Azka Hasna : Tingkatkan Kesadaran Milenial Menjaga Bumi Lewat Produk Ramah Lingkungan

Dan melalui keunggulan dalam penguasaan teknologi sudah menghasilkan 9 hak paten yang diberikan kepada Polytron (patent granted) dan masih ada 29 hak patent yang masih dalam proses pendaftaran (patent pending). Total 38 hak paten yang didapatkan di Amerika Serikat, Kanada, dan Indonesia.

STEVY WIDIA