Pompa Air Bertenaga Surya Untuk Atasi Musim Kemarau

Pompa submersible yang dipasang di desa Sumber Jaya. (Foto: istimewa)

youngster.id - Musim kemarau panjang tengah dialami sebagaian wilayah Indonesia. Hal ini berimbas dengan berkurangnya pasokan air didalam tanah. Sebagai upaya memberikan akses pasokan air bersih Tim mahasiswa dari Universitas Indonesia, UGM dan ITB menginstalasi pompa submersible yang digerakkan oleh tenaga matahari.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) tersebut dilakukan di Desa Sumber Jaya Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang-Banten, yang beberapa bulan lalu terdampak tsunami dan gempa bumi. Program ini dipimpin Dr Chairul Hudaya, Dosen Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dengan tim mahasiwa dari Program Studi Teknik Elektro UI, mahasiswa Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) PLN yang berasal dari tiga PTN yaitu UI, UGM dan ITB dan beberapa mahasiswa UI penerima Beasiswa Rumah Kewirausahaan.

Dr. Chairul menuturkan sebuah pompa dalam operasinya selalu membutuhkan energi penggerak, baik berupa tenaga listrik untuk pompa listrik ataupun bahan bakar minyak/gas jika menggunakan pompa yang dikopel dengan mesin pembakaran dalam.

“Kami memanfaatan Energi Terbarukan dalam menyediakan tenaga listriknya. Salah satu sumber energi terbarukan yang berkembang saat ini adalah photovoltaic (PV) atau sel surya. Dengan menggunakan PV panel, memungkinkan dihasilkan energi listrik meski di daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik konvensional. Terlebih saat bencana alam, umumnya jaringan listrik menjadi terputus. Padahal saat bencana terjadi, listrik menjadi hal yang paling krusial untuk keperluan emergency tim relawan,” kata Dr. Chairul melalui keterangan persnya Rabu (11/9/2019).

Baca juga :   Tim Mahasiswa ITB Juarai Air Liquide Kompetisi Di Malaysia

Pompa submersible yang dipasang di desa Sumber Jaya bersifat independen terhadap jaringan listrik PLN, sehingga mesin tetap dapat bekerja meski dalam keadaan darurat atau bencana. Diharapkan gagasan yang dijalankan oleh dosen FTUI ini mampu menjadi solusi atas kurangnya pasokan air bersih untuk keperluan mendasar masyarakat seperti mandi, mencuci dan memasak di tengah masyarakat desa.

“Selain bantuan sistem solar-powered submersible pum, kami juga memberikan satu buah torn air berkapasitas 1100 liter sebagai penyimpan air serta donasi uang tunai sebesar Rp 5 juta yang diberikan langsung kepada Ketua DKM Masjid Al Makmur-Desa Sumber Jaya” tutur Chairul.

Dia berharap kegiatan Pengmas ini juga memberikan pelajaran kepada para mahasiswa yang hadir akan sebuah teknologi tepat guna untuk masyarakat. Program ini didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI serta mendapatkan bantuan dari Shell Indonesia.

FAHRUL ANWAR