Potensi Industri e-Sport Di Indonesia Menjanjikan

Menkominfo Rudiantara pada Pembukaan Turnamen esports SEACA di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Valuasi industri esports dunia menurut Forbes mencapai USD 500 Juta pada tahun 2017. Rata-rata pertumbuhan setiap tahun mencapai 40%. Karena itu Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menyatakan industri esports sangat potensial dan pertumbuhannya relatif siginifikan.

“Video game kini telah menjadi sebuah industri baru di Indonesia. Industri ini tumbuh dengan relatif cepat dalam waktu 2 atau 3 tahun terakhir. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong industri game agar bisa terus berkembang di Indonesia bukan hanya dari sisi pemain, melainkan juga dari sisi pengembang,” ungkap Rudiantara pada Pembukaan Turnamen esports South East Asian Cyber Arena (SEACA) baru-baru ini di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat.

Dilansir laman Kominfo, Rudiantara mengharapkan turnamen electronic sports (esports) mampu melahirkan altet baru yang dapat membanggakan Indonesia dalam event regional maupun internasional.

“Pemerintah mendukung aktivitas ini semua. Lakukan dengan positif. Karena mungkin saja dalam 3 tahun ke depan kita bisa menambah medali olimpiade dari cabang esports,” ungkapnya.

Baca juga :   Kominfo Punya Akun Resmi di LINE

Menurut Menkominfo dukungan pemerintah menurut Menteri Kominfo dilakukan dengan menyediakan infrastruktur internet cepat melalui Program Pemerintah bernama Palapa Ring. “Saya berharap awal 2019 tidak ada lagi kota yang tidak terjaring dengan internet kecepatan tinggi, sehingga semua warga Indonesia memiliki peluang untuk menekuni esports,” katanya lagi.

Acara yang digelar UniPin untuk level Asia Tenggara itu sedianya dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu, Rudiantara menyampaikan salam kepada peserta.

“Saya mohon maaf. Seharusnya, Bapak Presiden Jokowi yang membuka. Namun, ada kegiatan lain sehingga saya menggantikan. Beliau titip salam kepada gamers yang akan bermain di turnamen ini,” katanya.

Sementara itu, CEO sekaligus co-founder UniPin Ashadi Ang menyebut industri esports mampu menumbuhkan budaya positif yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami melihat jauh ke depan, Maka dari itu, melalui SEACA kami berharap bisa mengembangkan budaya positif tersebut yang dapat disebarkan secara luas ke seluruh penjuru negeri,” ujarnya.

SEACA 2018 merupakan turnamen esports berkelas dunia. Gelaran untuk atlet esports di negara-negara Asia Tenggara itu digelar pada 17 s.d. 21 Oktober 2018 bertempat di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat. Kejuaraan ini mempertandingkan game populer seperti Mobile Legends, Arena of Valor (AOV), Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG), Point Blank, dan Dota 2. Sebanyak 230 gamers berlaga dalam SEACA yang memperebutkan total hadiah senilai USD 100 Ribu atau Rp 1,4 Miliar.

Baca juga :   ITS Menangkan Desain Hovercraft Terbaik di MMENE UI

Sebelum masuk ke perhelatan SEACA, peserta harus lolos babak kualifikasi yang dilaksanakan di 16 wilayah, antara lain Jakarta, Tangerang, Bekasi, Parung, Bandung, Medan, Bogor, Cirebon, Gresik, Palembang, Bali, Makassar, Purwakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Lampung. Babak kualifikasi itu telah berlangsung sejak 27 Mei 2018 hingga 7 Oktober 2018. Selain tim Tanah Air, turnamen ini menghadirkan atlet E-Sports asal Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina dan Thailand.

STEVY WIDIA