Priscilla Pangemanan: Bisnis Kecantikan Dengan Konsep Sosial

Priscilla Pangemanan, Co-founder & Direktur Marketing SASC Official (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Di era milenium banyak anak muda kreatif dan inovatif dalam berwirausaha, salah satunya dengan mengangkat produk kecantikan lokal yang sesuai dengan tren terkini, dengan kualitas yang menyamai merek ternama dari luar negeri.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pertumbuhan industri kosmetik nasional naik 20%  sejak 2017. Tak heran jika kosmetik dijadikan sebagai sektor andalan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.

Menariknya, industri ini sekarang mulai dilirik anak-anak muda. Mereka berani menghadirkan produk kecantikan dengan kualitas dan citra tak kalah dengan produk terdahulu.

Berdasarkan data kementrian perindustrian, jumlah pebisnis kosmetik nasional pun melonjak tajam. Dari 153 perusahaan (2017) menjadi 760 perusahaan, dan 95% merupakan industri kecil dan menengah (IKM). Salah satunya adalah SASC Official—sebuah merek produk kosmetik yang popular dengan produk lipstiknya.

“Yang jelas selain fesyen, bisnis kecantikan saat ini telah menjadi andalan di Indonesia. Sekarang beauty masuk top industry dan jadi sektor andalan di Indonesia,” ujar Priscilla Pangemanan, Co-founder SASC Official kepada youngster.id.

Sebelumnya, wanita kelahiran Semarang tersebut telah merambah dunia bisnis sejak 2014. Bisnis pertamanya adalah Lamiik Bridal Rental Designers wedding and evening gown yang berlokasi di Jakarta. Priscilla mengaku ide untuk bisnis produk kecantikan dimulai awal 2016. Bersama dua mitranya Michelle Karli dan Felicia Sendjaja, lahirlah usaha kosmetik dengan merek Socially Aware Sexy Cosmetics (SASC)—dibaca Sas-see.

Produk lipstick pun menjadi pilihan pertama. Alasannya, karena produk kecantikan ini merupakan andalan dari kaum hawa. “Tanpa lipstick kita akan terlihat pucat dan lesu. Kami percaya kami mampu membuat produk lipstick dengan sumber daya terbaik yang ada di Indonesia,” kata Priscilla lagi.

Tak sekadar membuat lipstick, Priscilla dan kedua rekannya serius untuk mendapatkan formula agar produk kosmetik mereka benar-benar berkualitas.

“Tidak mudah menyatukan ide dan pikiran dari semua perempuan ini bersama-sama. Tetapi kami kembali lagi berjuang untuk menemukan formula yang tepat,” kata Priscilla, yang menjabat sebagai Direktur Marketing SASC Official. Bahkan, demi mewujudkan itu mereka rela tidak dibayar selama setahun.

Baca juga :   Demy Raharja : Kembangkan Desa Wisata Wayang Dengan Inovasi

Hasilnya, produk SASC ini memiliki formulasi yang bebas paraben, dan tidak pernah menggunakan hewan sebagai bahan percobaan. Ternyata, dengan formula yang tepat lipstick SASC cepat diterima positif oleh pasar. “Kami sangat gembira pasar menyambut antusias dari produk ini,” kata lulusan Universitas Technology of Sydney itu.

Dalam kurun waktu satu tahun SASC kini sudah melakukan pengembangan produk. Belum lama ini Priscilla meluncurkan produk baru untuk alis, yaitu Effortless Brow Definers, dalam empat warna. Selain itu, ada produk eyeliner SASC Magic Eyeliner Perfector, sekaligus menambah shade lipstik yang ke-10 SASC Magnificient dan Lip Liquis Shade dengan 10 shade.

“Pastinya, ke depan kami ingin menambah jumlah produk kami lagi dengan full kosmetik di tahun depan,” ujarnya.

 

Hasil kolaborasi dengan makeup artist profesional Malvava, SASC merilis lip liquid yang dinamai Magnificent. Produk ini dijual dengan harga mulai Rp 149.500 (Foto: Istimewa/youngster.id)

 

Hati Terpanggil

Namun tak sekadar bangun merek kosmetik, anak kedua dari tiga bersaudara ini juga ingin mempunyai bisnis yang berdampak bagi masyarakat. “Kami ingin membangun bisnis tetapi yang bisa memberi dampak juga bagi orang lain. Kami tidak hanya ingin mencari keuntungan semata, tetapi juga bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lagipula, berbisnis sekaligus berkegiatan sosial bukan hal baru bagi Priscilla. Dia mengaku terispirasi oleh sang ayah, Yoga Pangemanan yang sering terlibat dalam kegiatan sosial di Semarang. “Slogan saya pribadi, think big, start small, act now. Semua orang asalkan hatinya terpanggil, bantuan sekecil apapun akan berdampak sangat besar,” ujarnya.

Alhasil produk SASC memiliki konsep social enterprise, dimana sebagian dari penjualan akan diberikan kepada yayasan charity. “Kami ingin tak sekadar meraih keuntungan semata tetapi juga berbagi dan berdampak bagi banyak orang,” ucapnya.

Oleh karena itu, sejak awal mendirikan SASC konsep social entrepreneurship pun diusungnya. Menurut Priscilla, mereka ingin merek SASC tidak sekadar dikenal sebagai produk kosmetik yang berkualitas tinggi, tapi juga menjadi sebuah social enterprise yang menduung komunitas lokal melalui donasi yang diambil dari hasil penjualan kosmetik tersebut.

“Kami percaya bahwa tidak perlu jadi konglomerat untuk membantu orang lain. Kita tidak perlu menunggu untuk memberi, tetapi kita bisa mulai dari sekarang,” ucap penggemar traveling dan bernyanyi ini.

Baca juga :   Dwina M. Putri : Ingin Meningkatkan Kualitas Anak Muda Lewat Pendidikan Non-Akademik

Menurut Priscilla, saat ini sudah 8 yayasan yang menjadi tempat penyaluran dana mereka. Seperti penjualan lipstick Magnificent disalurkan untuk Cleft Care Foundation Indonesia atau Yayasan Peduli Bibir Sumbing di Surabaya.

Selain itu, SASC juga bekerjasama dengan sejumlah Yayasan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan perempuan seperti Generasi Muda Peduli, HT Foundation, Let Share.ID, Let Share.ID Healthcare, Saab Shares dan Panti Sosial Bina Laras.

“Sudah saatnya saat ini untuk membuka mata orang biar melek, bahwa konsep bisnis social enterprise bisa dibawa di Indonesia dan masih tetap menguntungkan. Itu juga yang membedakan SASC dengan merek kosmetik yang lain. Sebagian keuntungan kami dialokasikan dalam hal yang berkaitan dengan masalah sosial,” tegas Priscilla.

Selain itu, dia mengatakan, lewat konsep ini SASC dapat menjadi bisnis sosial yang berkelanjutan. Tak heran jika dia belum lama ini dinobatkan sebagai  Best Inspiring & Creativity Women Award 2018 dari Indonesia Achievement Programme Management Award.

 

Priscilla Pangemanan ingin membangun bisnis yang bisa memberi dampak kepada orang lain (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

 

Influencer Milenial

Menurut Priscilla, pertumbuhan industri kosmetik nasional salah satunya dipicu oleh meningkatnya populasi milenial. “Lihat pengalaman jaman sekarang anak usia 15 tahun sudah banyak yang menggunakan kosmetik. Beda dari dulu, biasanya baru kenal kosmetik itu pada usia 17 tahun. Di Indonesia ini milenial sangat mendominasi jumlahnya dan dengan tren make up yang menjadi kebutuhan hingga menjadi gaya hidup bagi mereka, pastinya mendorong industri kosmetik semakin bergairah,” ungkapnya.

Berangkat dari itu, produk SASC itu menyasar pasar milenial. Hal itu terlihat dari langkah mereka menggandeng beauty influencer seperti Tyna Kanna Mirdad untuk koleksi lip matte, Titan Tyra untuk eye make up.

“Mereka sosok perempuan muda yang memberikan pengaruh positif bagi kaum milenial melalui berbagai video mengenai kecantikan yang dibagikannya melalui media sosial,” ujar Priscilla.

Sebelumnya, Priscilla juga menggandeng sederet influencer pada produk terdahulu, seperti Dazzling Deeds x Dita Soedarjo, Miraculous x Michelle Pangemanan, Antoinette x Anaz Siantar , Vivacious Vixen x Valencia Tanoe, dan Heroine x Harumi PS.

Pemasaran SASC juga melalui media digital dan e-commerce. Di sisi lain, SASC juga memperkuat lini produk, yakni dengan menambah produk eyeliner dan eyebrow. “Kami baru meluncurkan produk baru untuk alis. Kami juga ada produk yang bekerjasama dengan Titan Tahira. Pastinya ke depan kami ingin menambah jumlah produk kami lagi dengan full kosmetik,” imbuhnya.

Baca juga :   Tahun 2017, Goers Fokus Industri Wisata

Priscilla mengaku tak khawatir jika dirinya dilibatkan dalam sebuah kompetisi untuk menghadapi sebuah kompetitor yang ada. Dengan demikian, cara klasik yang dimilikinya membuatnya tetap tampil selalu berbeda untuk memikat hati pasar, sekaligus memenangkan sebuah persaingan bisnis.

Selain itu, dari segi kualitas, dia mengaku juga selalu menjaga dalam arti selalu higenis, dan setiap produk memiliki sertifikat halal. Dari segi kemasan, merek SASC juga tampil dengan warna yang top up, dan mudah dikenali. Semua itu adalah upaya untuk memenangkan persaingan di industri kosmetik yang semakin ketat.

Priscilla menanggapi persaingan itu dengan santai. Menurut dia, setiap orang membawa branding yang beda-beda. Oleh karena itu, SASC pun berpacu untuk terus menghadirkan inovasi baru.

“Saya selalu menegaskan jangan takut dengan adanya kompetisi, justru yang ada membuat kami lebih maju karena kami jadi lebih terpacu. Saya dan tim lebih cepat mengeluarkan produk sebelum brand yang lain,” klaimnya.

Alhasil produk SASC masuk nominasi The Year Beauty of Asia. Priscilla mengaku tak cukup puas, dengan hal yang baru saja diraihnya. Oleh karena itu, dia siap melebarkan sayap bisnisnya ke pasar Asia Tenggara.

“Ke depan, kami mau merambah ke kota-kota di seluruh Indonesia. Kami juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan ekpansi ke negara tetangga. Semua untuk dapat menjangkau seluruh konsumen kami,” pungkas Priscilla.

 

===================================

Priscilla Pangemanan

  • Tempat Tanggal Lahir : Semarang, 30 Januari 1987
  • Pendidikan   Terakhir  : S1 Accounting, University Technology Sydney, Australia
  • Mulai Usaha               : 2017
  • Nama usaha              : SASC Official
  • Modal                        : sekitar Rp 700 juta

Prestasi :

  • Best Inspiring & Creativity Women Award 2018
  • Nominasi The Year Beauty of Asia

=================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia