Qlue Gandeng Mitra Reseler di Luar Negeri

ki-ka: Rama Raditya, Founder & CEO Qlue; Maya Arvini, CCO Qlue; Andre Hutagalung, CTO Qlue; Surya Darmadi, COO Qlue. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Teknologi smart city mulai menjadi kebutuhan di seluruh dunia. Pemantauan keselamatan dan keamanan lingkungan dan dashboard untuk integrasi data adalah teknologi yang menunjang pengembangan kota pintar.

Qlue sebagai penyedia solusi teknologi smart city berencana akan perluas penjualan solusi ke luar negeri dengan skema menggandeng mitra sebagai reseller. Strategi ini makin digencarkan pasca diperolehnya berbagai penghargaan yang diraih perusahaan di skala internasional. Salah satunya di Dubai untuk Best Mobile Goverment Service di kategori Public Empowerment dalam gelaran The 7th World Government Summit 2019.

Founder dan CEO Qlue Rama Raditya mengatakan, sejak acara itu banyak pihak yang tertarik dan takjub dengan ekosistem yang Qlue bangun di Indonesia.

“Sudah banyak negara yang tertarik dengan teknologi yang Qlue tawarkan. Kami sempat berencana untuk ekpansi ke luar [negeri]. Tapi kami ingin memperkuat dulu pasar di dalam negeri sambil mempersiapkan ekspansi ke luar,” kata Rama belum lama ini.

Strategi ini sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu, namun mitra mulai aktif berjualan pada tahun ini lantaran produk sudah semua terintegrasi dengan baik. Pasalnya, solusi yang dihadirkan Qlue lebih ditujukan untuk Indonesia sehingga sudah terlokalisasi sehingga saat mau dipasarkan ke luar negeri perlu ada beberapa penyesuaian fitur.

Baca juga :   Kabupaten Gorontalo Ingin Jadi Smart City

Solusi yang dimanfaatkan perusahaan melalui solusi Qlue, kurang lebih mirip dengan kondisi di Indonesia. Namun kebanyakan untuk kebutuhan keselamatan dan keamanan, seperti penghitung orang, pelaporan warga, deteksi parkir ilegal dan dashboard untuk integrasi data.

Menurut dia, saat ini ekspansi ke luar negeri ini bukan mendirikan perusahaan di sana, melainkan menggandeng mitra sebagai reseller. Menurutnya, ada beberapa potensial mitra yang akan digandeng perusahaan sebagai reseller di Asia Tenggara pada tahun ini.

“Kami berpartner dengan beberapa pihak untuk di pasar Asia Tenggara karena fokus kita masih buat Indonesia. Namun kita pikir ada foot print di luar negeri itu sudah bagus. Kalau di luar negeri itu kebanyakan untuk B2B jadi bukan dengan pemerintahnya,” pungkasnya.

Sejauh ini solusi Qlue telah dipakai perusahaan-perusahaan multi industri di Malaysia, Thailand, dan Myanmar.

Tahun ini Qlue akan mempercepat adopsi smart city di Indonesia, rencananya menambah 20-30 kota baru. Ada tiga kota yang sudah siap memanfaatkan aplikasi Qlue yakni Bandung, Makassar, dan Kupang. Sekarang ada 15 kota yang sudah bekerja sama dengan Qlue. Pengguna Qlue lainnya juga datang dari institusi dan pemerintah dengan total lebih dari 50 institusi lintas industri, serta 17 kepolisian daerah.

Baca juga :   Roadshow The NextDev 2016 Dimulai

STEVY WIDIA