RegTech Meningkatkan Efisiensi Bisnis Yang Aman

Marshall Pribadi CEO & Founder PrivyID dan Hery Sofiaji Head of Microproductive Loan Bank Mandiri. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Teknologi tanda tangan digital dan identitas digital terbukti efektif untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Kedua teknologi ini dapat percepatan proses dan pemangkasan biaya administrasi pada saat bersamaan sekaligus aman. Solusi digital ini ditawarkan  PrivyID.

Teknologi yang dimiliki PrivyID ini mampu memberikan perlindungan data pribadi yang lebih menyeluruh bagi pengguna jasa, serta meminimalisir risiko penipuan siber bagi pelaku bisnis.

Marshall Pribadi CEO & Founder PrivyID mengatakan dalam mempercepat proses efisiensi dan memangkas biaya, diperlukan inovasi teknologi yang mampu mendukungnya.

“Oleh karena itu, PrivyID hadir untuk memberikan solusi tersebut. Lembaga keuangan contohnya, saat ini mereka mampu menjangkau pelanggannya yang lebih luas lagi dengan memungkinkan individu mengakses layanan mereka melalui internet,” ucap Marshall kepada media Senin (20/5/2019) di On Three Coffee Jakarta.

Dia mengungkapkan, saat ini beberapa perusahaan terbesar di industri finansial telah memanfaatkan PrivyID untuk mempercepat proses pembukaan rekening efek, permohonan kartu kredit, hingga mengajukan pinjaman usaha. Hal itu karena seluruh proses registrasi dan penandatanganan dokumen perjanjian bisa dilaksanakan hanya melalui telepon genggam, tanpa perlu bertemu tatap muka.

Baca juga :   UMKM Akan Jadi Peserta Amnesti Pajak Tahun 2017

“Inovasi inilah yang sangat berguna untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. PrivyID menggunakan teknologi asymmetric cryptography dan public key infrastructure untuk menerbitkan tanda tangan digital yang bersertifikasi. Tanda tangan digital yang bersertifikasi, bersifat unik dan melekat pada satu identitas yang terverifikasi, sehingga sulit disangkal serta memiliki kekuatan hukum yang sah,” kata Marshall.

Dia menegaskan, PrivyIDdapat dimanfaatkan oleh siapa saja, baik bisnis maupun non-bisnis. Karena, PrivyID memiliki potensi untuk mempermudah akses masyarakat Indonesia terhadap berbagai layanan, baik layanan finansial, maupun layanan kependudukan.

Salah satu lembaga finansial yang telah merasakan manfaat PrivyID adalah Bank Mandiri, yang mana telah menggunakan platform PrivyID untuk menyalurkan dana pinjaman usaha mikro secara online.

Hery Sofiaji  Head of Microproductive Loan Bank Mandiri mengungkapkan bahwa Bank Mandiri bekerjasama dengan PrivyID untuk mendorong pertumbuhan bisnis para top seller salah satu e-commerce unicorn di Indonesia.

“Sebelum menggunakan PrivyID, prosesnya serba manual. Kami harus melakukan peninjauan lokasi usaha, membuat janji dengan nasabah di kantor cabang Mandiri, kemudian menandatangani dokumen secara tatap muka. Keseluruhan proses ini wajib ditempuh karena Bank Mandiri harus melakukan proses verifikasi identitas calon debitur,” terangnya.

Baca juga :   PrivyID Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Di IIA 2019

Hery menambahkan bahwa dana pinjaman juga baru dicairkan satu hari setelah dokumen ditandatangani, namun kerja sama dengan PrivyID memungkinkan Bank Mandiri untuk menyalurkan pinjaman secara lebih cepat.

“Kini kami bisa menyalurkan pinjaman hanya dalam waktu setengah hingga satu jam saja. Dana yang dicairkan berkisar antara 2 hingga 200 juta rupiah. Efisiensi ini dimungkinkan berkat sistem verifikasi identitas PrivyID yang berlangsung secara digital. Proses penandatanganan dokumen pun cukup melalui telepon genggam tanpa harus bertatap muka,” ungkapnya.

Peningkatan efisiensi bukan satu-satunya alasan Bank Mandiri memilih PrivyID dan terbukti bahwa teknologi mutakhir yang PrivyID miliki sudah teruji kesiapannya. Selain itu, PrivyID juga sudah terlisensi oleh KOMINFO. “Keamanan data pengguna juga terjamin, karena PrivyID beroperasi dengan sistem keamanan informasi berstandar internasional,” pungkasnya.

FAHRUL ANWAR