Reshwara Argya Radinal : Ingin Populerkan Equistrian di Indonesia

Reshwara Argya Radinal, Founder & CEO Djiugo (Foto: Stevy Widia/Youngster.id)

youngster.id - Di Indonesia, Equistrian atau lebih dikenal sebagai cabang olahraga ketangkasan berkuda memang tidak sepopuler sepak bola atau bulu tangkis. Padahal, olahraga ini memiliki banyak manfaat, termasuk untuk terapi penderita autis.

Banyak yang menilai olahraga ketangkasan berkuda ini mahal, yang hanya bisa dinikmati masyarakat kalangan menengah ke atas. Alhasil meski telah diperkenalkan sejak era 1960an, equistrian kurang begitu favorit di masyarakat Indonesia. Tak heran jika perkembangannya cukup lambat dan prestasi para atletnya pun tidak terlalu mentereng.

Padahal equestrian merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada tingkat internasional, seperti SEA Games, ASEAN Games dan Olimpiade. Setiap tahun lomba equestrian juga diadakan di Indonesia. Popularitas equestrian di Indonesia juga cukup menentukan perkembangan usaha peternakan kuda.

Terpanggil untuk memopulerkan equestrian, Reshwara Argya Radinal memutuskan untuk menghadirkan Djiugo. Ini adalah aplikasi yang menghadirkan informasi lengkap tentang kegiatan berkuda.

Fitur yang disediakan oleh Djiugo mencakup informasi mengenai jasa pelatih internasional, spesifikasi kuda, informasi kandang kuda (stable), sampai eko-pariwisata. Selain itu, ada sarana jual beli dan wadah berbagi pengalaman antarpenunggang. Tak hanya itu, di dalamnya juga ada informasi dari berbagai  kegiatan yang terkait dengan kuda, seperti wisata berkuda hingga terapi berkuda untuk anak berkebutuhan khusus.

Baca juga :   Danamon Gandeng Doku Luncurkan Dompet Digital

“Lewat Djiugo, kami ingin menghadirkan one stop window untuk memenuhi kebutuhan terkait kuda bagi atlet, penunggang profesional, atau siapapun yang tertarik dengan kuda. Lewat Djiugo kami dapat menghubungkan pengguna dengan sesama pecinta kuda dari berbagai komunitas di dunia,” ungkap pria yang akrab disapa Reshi itu kepada Youngster.id.

Bahkan, Reshi mengklaim bahwa Djiugo adalah pionir dalam hal memadukan teknologi dengan bisnis di bidang equestrian. “Belum ada bisnis serupa Djiugo baik di kawasan Asia Pasifik maupunpun Eropa. Di Belanda ada aplikasi equistrian tapi hanya sebatas klub-klub pehobi saja,” ungkapnya.