Revolusi Industri 4.0, Saatnya Jadi Wirausaha

Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo ke-10 di Taman Gong Perdamaian Kertalanggu, Denpasar, Bali. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Revolusi industri 4.0 merupakan era baru bagi pebisnis di Indonesia. Momen ini bahkan menjadi peluang emas untuk mereka yang ingin terjun berwirausaha.

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga pada acara Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) Expo ke-10 di Taman Gong Perdamaian Kertalanggu, Denpasar, Bali.

“Era revolusi industri 4.0 juga merupakan peluang besar untuk bisa menjadi seorang pengusaha,” ungkap Puspayoga dalam keterangan pers Minggu (16/12/2018).

Puspayoga pun mengajak para pelaku UKM harus mampu memotivasi khususnya kalangan generasi muda (milenial) untuk tidak selalu berpikir menjadi karyawan atau PNS. Melainkan harus mampu mengajak mereka untuk menjadi seorang entrepreneur.

“Tidak salah menjadi karyawan atau PNS. Tapi, kesempatan untuk itu sangat terbatas. Peluang yang amat terbuka saat ini adalah menjadi seorang pengusaha,” kata Puspayoga.

Lebih dari itu, kata Puspayoga, saat ini pemerintah mendukung masyarakat yang memilih berkembang sebagai pengusaha dengan memberikan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah diturunkan menjadi 7% dari sebelumnya sebesar 22%. Begitu juga dengan pajak penghasilan UKM turun dari 1% menjadi 0,5%.

Baca juga :   Wirausaha di Indonesia Hanya 1,65% dari Total Penduduk

“Ini merupakan bukti konkrit pemerintah sangat mendukung pertumbuhan perekonomian rakyat, khususnya UKM,” ujar Puspayoga lagi.
Acara bertema New Era Entrepreneurship itu dihadiri ratusan pelaku UKM yang didominasi kalangan generasi muda.

Dengan banyaknya program kewirausahaan yang digulirkan pemerintah, Puspayoga menyebut rasio kewirausahaan Indonesia sudah naik secara drastis dari sebelum 2014 yang sebesar 1,65% menjadi 3,1% pada medio 2017. “Saya yakin, pada 2019 mendatang, dengan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholders, rasio kewirausahaan nasional bisa mencapai level 5%,” tegas Puspayoga.

Sementara itu Direktur Urusan Korporasi PT HM Sampoerna Tbk, Troy Modlin mengungkapkan, program seperti ini bertujuan membantu pelaku UKM di Indonesia yang mampu eksis di era digital.

“Khusus untuk Bali, kami akan membantu memadukan sektor UKM dengan pariwisata, khususnya dalam pengembangan UKM melalui sistem digital. Kami akan mengkolaborasikan antara industri wisata dengan ekonomi kreatif,” ujar Troy.

Troy juga menyebutkan era ekonomi baru yang serba digital itu merupakan tantangan besar bagi UKM. “Lewat program SETC Expo ini kami sudah membina lebih dari 40 ribu pelaku UKM di seluruh Indonesia. Kami akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para UKM, khususnya menghadapi era digital ekonomi ini,” ujarnya.

Baca juga :   Perusahaan Brankas Data Indonesia Adopsi Teknologi Hitachi Vantara

STEVY WIDIA