Rudiantara Usulkan Inisiatif IDEA Hub di G-20

Para pemimpin negara G-20. (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendorong inisiatif pengembangan Inclusion Digital Economy Accelarator (IDEA) Hub agar dapat diterima dalam G-20 Digital Ministerial Declaration.

IDEA Hub merupakan sistem portal online tentang beragam informasi serta pengetahuan model bisnis ekonomi digital yang diharapkan dapat bermanfaat untuk pemerintah, wiraswasta, UMKM, maupun kelompok masyarakat kelas bawah sehingga meminimalisasi angka kesenjangan sosial dan ekonomi.

“Kami ingin menginformasikan tentang inisiatif G-20 IDEA Hub dan meminta negara-negara G-20 memberikan dukungan atas inisiatif tersebut,” kata Rudiantara dalam siaran pers Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Jumat (27/7/2018) di Jakarta.

Menurut Kemenkominfo, usulan tersebut akan dibahas pada sidang Gugus Tugas Ekonomi Digital G-20 pada 31 Juli-1 Agustus 2018 dan pertemuan tingkat Menteri Ekonomi Digital G-20 tanggal 23-24 Agustus 2018 di Argentina.

Untuk mendorong hal itu, Rudiantara telah melakukan pertemuan dengan para duta besar dari negara-negara anggota G-20 yang berada di Indonesia (Excellency Brief) pada 23-24 Juli 2018. Dalam pertemuan, Rudiantara menyampaikan kepada masing-masing duta besar negara-negara G-20 supaya menjelaskan tentang IDEA Hub ke kementerian terkait di negaranya.

Baca juga :   Menkominfo Rudiantara : Operator Jangan Takut Dengan Regulasi

Dalam pertemuan dengan duta besar dan perwakilan negara G-20 yang ada di Indonesia, Rudiantara juga meminta saran mengenai model bisnis ekonomi digital yang layak masuk kategori Hub.

Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan atau duta besar negara-negara G-20, seperti Australia, Korea, Perancis, Italia, Rusia, China, Amerika Serikat, Argentina, Meksiko, Afrika Selatan, Inggris, Jepang, India, dan Jerman.

Sementara itu, tren bisnis ekonomi digital di Indonesia terus tumbuh. Tercatat ada empat usaha bisnis ekonomi digital yang masuk kategori Unicorn atau telah memiliki nilai valuasi di atas US$1 miliar atau setara Rp13 triliun. Kempat perusaahaan berbasis ekonomi digital itu adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

STEVY WIDIA