Rumah Zakat Perbarui Platform Penggalangan Dana Digitalnya

Nur Efendi CEO Rumah Zakat (tengah) dalam peluncuran SharingHappiness.org 3.0 di restoran Tjikinii Lima, Cikini, Jakarta Pusat (17/4) (Foto: Eddy Dwinanto Iskandar/youngster.id)

youngster.id - Digitalisasi nampaknya memudahkan jalan Rumah Zakat untuk menebar dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kebaikan. Untuk itu, Rumah Zakat pun terus melakukan pembaruan pada platform crowdfunding-nya, SharingHappines.org, menjadi versi 3.0.

Menurut Nur Efendi, CEO Rumah Zakat, pembaruan versi SharingHappines.org ini sejalan dengan semakin meningkatnya donasi non-tunai. Betapa tidak, dalam dua tahun terakhir, penggalangan dana digital melalui SharingHappiness.org ini mencapai Rp 24 miliar.

“Dari total 217 ribu lebih donatur di tahun 2017 lalu, 77% di antaranya berdonasi secara non-tunai. Selain itu, 15% dari total donasi non-tunai itu disumbangkan melalui SharingHappines.org,” ungkap Nur, di di Restoran Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat (17/4).

Selain itu, laju penghimpunan donasi melalui SharingHappiness.org meningkat tiga digit, atau hampir menyentuh 130% sejak awal dirilis pada Februari 2016. SharingHappiness.org telah menggaet 25 ribu donator dan berhasil mendanai 280 project sosial hingga Maret 2018.

Respon positif dari para donatur dan masyarakat ini, menurut Nur, menjadi pendorong Rumah Zakat untuk terus menyempurnakan aplikasi tersebut.

Baca juga :   Oscar Darmawan : Berawal Dari Skeptis

Sejumlah peningkatan fitur kemudahan berbagi yang kini terdapat di SharingHappiness.org. Antara lain beragam pilihan program sosial kemanusiaan, dashboard untuk melihat perkembangan program, proses donasi yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja, serta ada fitur wish list yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan memeriksa daftar program favoritnya.

Bahkan, dalam waktu dekat ini para donatur dan pengguna SharingHappiness.org dapat membuat program penggalangan dana sendiri. Penggalangan dana dapat dilakukan untuk mendukung program yang sudah ada, atau juga program baru yang menjadi permasalahan sosial di sekitar.

“Insya Allah dengan peluncuran ini akan semakin banyak masyarakat dan Desa Berdaya yang terbantu,” janji Nur.

Sementara itu, Desa Berdaya merupakan proses pemberdayaan wilayah berdasarkan pemetaan potensi lokal di bidang ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan. Tujuan dari pembinaan Desa Berdaya ini adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu dan komunitas masyarakat.

Diklaim Nur, sepanjang tahun 2017 Rumah Zakat telah mengelola dana ZIS para donator dengan berbagai program pemberdayaan yang terdapat di 1.056 Desa Berdaya yang tersebar di 172 Kota/Kabupaten dan 21 provinsi di Indonesia.

Baca juga :   Rumah Zakat & HSBC Indonesia Bangun 7 Titik Desa Berdaya

Jumlah penerima manfaat di tahun 2017 mencapai 1.621.982 orang. Mereka mendapatkan layanan program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lingkungan.

Berbagai program pemberdayaan ini dapat diakses masyarakat melalui sejumlah unit layanan yang didirikan oleh Rumah Zakat. Unit layanan tersebut di antaranya; 51 ambulans gratis, 20 mobil klinik, 18 sekolah juara, 9 klinik RBG, dan 2 mobil juara. Selain itu, Rumah Zakat juga mengelola program istimewa melalui program Senyum Ramadhan dengan jumlah penerima manfaat mencapai 167.571, serta distribusi Superqurban sebanyak 132.966 kaleng yang merupakan optimalisasi daging qurban yang diolah menjadi kornet dan rendang.

Selain itu, di tahun 2018 ini Rumah Zakat menargetkan untuk membina 1.234 Desa Berdaya di seantero Indonesia. Adapun hingga pertengahan April 2018 ini, Rumah Zakat telah membina 1.118 Desa Berdaya di 191 Kabupaten dan Kota di Indonesia.

 

EDDY DWINANTO ISKANDAR