Schneider Electric Ajak Pelaku Industri Mamin Lakukan Tranformasi Digital

Schneider Electric menggelar “Schneider Electric Innovation Days: SmartFood Indonesia 2019” (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Schneider Electric menggelar “Schneider Electric Innovation Days: SmartFood Indonesia 2019”. Dalam momen ini Schneider Electric mengajak pelaku industri makanan dan minuman (mamin) melakukan transformasi digital agar dapat memaksimalkan nilai bisnis perusahaan dan menjawab tren dan tantangan masa depan industri ini melalui solusi yang komprehensif. 

Menurut Luc Remont, Executive Vice President International Operations, Schneider Electric, transformasi digital di industri mamin membutuhkan strategi yang komprehensif. Juga, menyentuh setiap tahapan perjalanan produk untuk dapat menjawab tantangan masa depan dan menjadikannya sebagai nilai lebih dalam meningkatkan reputasi perusahaan. 

“Melalui kesempatan kali ini, tentunya Schneider Electric akan siap menjadi mitra dalam membantu pelaku industri makanan dan minuman dalam mempersiapkan strategi transformasi digitalnya,” kata Remont, di Hotel Mulia Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Remont mencontohkan beberapa tantangan masa depan di industri mamin, seperti konsumen kelas menengah yang semakin menuntut produk yang sehat dan ramah lingkungan. Dengan demikian, disrupsi digital yang mengubah interaksi konsumen terhadap produk dan memberi peluang produsen lebih kecil dan inovatif untuk mengambil pangsa pasar yang signifikan. Tantangan lain, persaingan harga yang semakin ketat menuntut kontrol biaya Capex dan Opex yang lebih efektif. Termasuk standar regulasi keamanan pangan dunia yang semakin tinggi, dan pengawasan terhadap kualitas produk dan jaringan distribusi rantai pasok dapat dijawab dengan transformasi digital. 

Dalam jangka panjang, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), tantangan industri mamin adalah memastikan ketersediaan pasokan mamin yang mana jumlahnya harus ditingkatkan hingga 60-70% untuk dapat memenuhi permintaan populasi global yang akan mencapai 9 miliar pada tahun 2050. 

Untuk itu industri mamin perlu lebih efektif dan akurat dalam proses produksinya untuk mengurangi produk cacat.

Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia, melihat sektor mamin ini sebagai industri yang strategis. Oleh karena itu dia mengajak pelaku industri mamin di Indonesia untuk segera mengambil langkah berani dalam melakukan digitalisasi.

“Transformasi digital ini dapat dilakukan secara bertahap dan menggunakan solusi dengan platform terbuka,” ucap Denoly.

Menurut Denoly, ada empat area penting yang perlu menjadi fokus dalam transformasi digital di industri mamin yaitu: Smart manufacturing, Smart Facilities,  Smart Food Safety, Smart Supply Chain.

Pada gelaran SmartFood Indonesia 2019 ini, Schneider Electric menampilkan solusi komprehensif EcoStruxure untuk industri mamin yaitu EcoStruxure Augmented Operators Advisor, EcoStruxure Machine Advisor, dan EcoStruxure Asset Advisor. Melalui solusi itu memungkinkan produsen mamin untuk melakukan analisa prediktif untuk meningkatkan performa dan produktivitas mesin, mempercepat waktu maintenance, meminimalisir kesalahan akibat human error serta dapat menekan biaya perawatan mesin.

“EcoStruxure memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis melalui efisiensi operasional dan pengurangan biaya energi hingga 60%, pengurangan biaya integrasi hingga 50% dan pengurangan hingga 30% biaya operasional,” klaim Denoly.

Saat ini EcoStruxure telah digunakan oleh sekitar 200 produsen mamin di Indonesia. Antara lain bergerak di industri pengolahan kopi, produsen susu, produsen air minum kemasan, produsen gula, rokok, dan produk konsumen. 

FAHRUL ANWAR