SDG PIPE, Pilih 5 Inovator Muda di Bidang Sosial

Panitia dan para pemenang Inovator Muda, SDG PIPE. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - SDG Pemuda Indonesia Penggerak Perubahan (PIPE) adalah program yang diinisiasi oleh Go Global Indonesia bersama Campaign, PIRAC dan Filantropi Indonesia dalam mendukung remaja Indonesia yang melakukan kegiatan sosial. Mereka memilih lima anak muda peraih penghargaan Inovator Muda.

Kelima anak muda itu adalah Fransiska Myrna Sani dari Jakarta, Yogi Adjie Driantama dari Medan, Abdul Latif Wahid dan Medan, Budi Santoso dari Tangerang Selatan, dan Intan Imelda F Siagian dari Jakarta. Mereka menyisihkan 138 peserta lainnya dari seluruh Indonesia. Pengumuman pemenang ini berlangsung, Rabu (5/12/2018) bertepatan dengan Hari Relawan Internasional tahun 2018.

Fonnyta Amran dari Go Global lndonesia, Konsorsium SDG PIPE mengatakan, ide perubahan yang diajukan kelima penerima penghargaan ini sangat beragam. Mulai dari pemberdayaan masyarakat lokal di Mentawai dengan membuat minuman mangrove sachet, pendirian rumah belajar gratis untuk anak putus sekolah usna 16-25 tahun, pembuatan aplikasi yang mempertemukan pemilah dengan pengepul sampah, pemberdayaan anak perempuan untuk kesetaraan gender, sampai pendirian komunitas literasi media.

Baca juga :   Produk Impor di e-Commerce Akan Dibatasi

“Pastinya, kami senang sekali mellhat antusiasme anak muda dalam berinovasi sesial untuk membuat perubahan positif. Walaupun tema yang kami temukan hanya ada lima, yaitu perdamaian pemberdayaan perempuan dan pemuda, pendidikan, Iingkungan hidup, dan kesehatan ibu dan anak. namun ide-ide yang masuk sangat luar biasa,” ungkap Fonnyta kepada media, Rabu (5/12/2018) di Jakarta.

Dalam acara pengumuman penerima penghargaan bagi kelima sociopreneur ini turut hadir sebagai narasumber, Nor Hidmah dan Ipong dari Perwakilan SDG PIPE, Michelle dari WLF, Edwin JT sebagai juri SDG PIPE, dan Hening W dari Yayasan Sahabat Multi Bintang. Selain itu juga hadir pejabat Deputi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dedy Mulyadi.

Hamid Abidin dari Filantropi lndonesia yang merupakan salah satu donor untuk program SDG PIPE mengatakan, sebelum menentukan kelima penerima penghargaan dari 138 proposal ide yang masuk, panitia memilih 20 semifinalis yang dikutsertakan pada acara Filantropi Indonesia Festival (FIFEST) pada tanggal 15-17 November lalu.

Di acara ini, ke-20 semi-finalis diminta untuk mempresentasikan idenya serta melalui tahap wawancara dengan beberapa panel juri. Setelah itu, dipilih 10 orang finalis yang harus mempresentasikan kembali idenya pada acara Marketplace Forum di ajang Filantropi lndonesia Festwal tersebut.

Baca juga :   Kamera Ini Bisa Buat Swafoto Jadi Maksimal

“Memang saat itu, tahapan pemilihannya sedikit berbeda dan menantang, karena bagi kami ide yang menang harus bisa tahan tantangan baik dan segi konsep maupun implementasinya. Karena itu dengan meminta para semi-finalis ini presentasi langsung dihadapan publik, bisa menjadi satu bahan penilaian untuk kami menentukan ide inovasi mana yang akan dapat berkelanjutan nantinya,” jelas Hamid.

Kelima anak muda penerima penghargaan SDG PIPE ini nantinya akan menerima dan menjalankan pelatihan dan workshop, serta akan mengikuti kunjungan lapangan yang menjadi bagian dan program untuk mereka mengembangkan dan meningkatkan dampak dan program inovasi mereka. Selain itu, akan ada juga dukungan dalam bentuk program inkubasi, pelatihan lapangan dan seed grants dengan nilai total Rp 325 Juta. Secara keseluruhan, program SGD PIPE ini akan berjalan hingga bulan Maret 2019.

“Harapan kami dengan adanya change makers muda ini, mereka dapat menjadi katalis perubahan di Iingkungannya masing-masing dan mendorong lebih banyak orang terutama anak muda untuk juga membuat perubahan lain lagi. Kami yakin jika ada lebih banyak orang yang menggerakkan perubahan ini, maka nanti masyarakat lndonesia bisa menjadi masyarakat penggerak perubahan atau society of changemakers,” kata Nina Nasution, Direktur Eksekutif dari Yayasan Bina Antarbudaya.

Baca juga :   OJK Infinity, Pusat Inovasi Keuangan Digital dari OJK

 

FAHRUL ANWAR