Sekarang, Ide itu Murah!

Billy Boen, CEO Young On Top, yang menjadi Dewan Juri Socio Digi Leaders 2017 (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

youngster.id - Jika dulu sering mendengar: ide itu mahal. Sekarang malah sebaliknya: ide itu murah. Justru, sekarang yang mahal itu adalah eksekusinya.

Hal itu dikemukakan Founder Young On Top Billy Boen, yang menjadi Dewan Juri kompetisi Socio Digi Leaders (SDL) 2017. Melihat dan mendengar presentasi dari para peserta SDL, Billy cukup terkejut dengan sangat beragamnya ide yang ditawarkan para peserta. Termasuk problem solving dari ide yang mereka kemukakannya.

“Senang melihat ide-ide yang mereka kemukakan. Sebab, oleh saya sendiri jarang kepikiran. Kalau saya bilang, sekarang ide itu murah. Tetapi, justru yang mahal itu adalah eksekusinya,” ucap Billy, saat ditemui di Telkom Corporate University di kawasan Geger Kalong Hilir, Bandung, Rabu (27/9/2017).

Diakui Billy, memang jumlah peserta lokal yang ikut kompetisi SDL 2017 ini kalah dibandingkan peserta dari luar negeri. Tetapi ide bersaing yang dimiliki peserta lokal sudah global.

Akan tetapi, lanjut Billy, tantangan bagi mereka yang baru memiliki ide adalah bagaimana agar ide itu menjadi suatu realitas. Kemudian, pada akhirnya, produk-produk yang mereka buat bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga :   Inilah Startup Lokal Dengan Pendanaan Fantastis

Toh Billy juga cukup bangga dengan peserta SDL 2017. Pasalnya, ada beberapa peserta yang telah memulai produk atau perusahaan rintisannya. Oleh karena itu, ia berharap bagi peserta yang telah memperkenalkan produknya ke khalayak dapat dirasakan manfaat kehadirannya bagi masyarakat luas.

“Cuma kalau ditanya, apakah mereka akan sukses setelah meluncurkan produknya ke khalayak? Itu tidak ada garansi. Sebab, masih sangat banyak PR ketika berbicara sebuah model bisnis yang komplit,” katanya.

Oleh karena itu, Billy mengingatkan bagi para startup yang telah siap meluncurkan produknya mesti memahami beberapa hal agar bisnisnya bisa berjalan dan berkembang. Pertama, harus jelas purpose-nya, supaya tidak hanya membicarakan produknya yang bisa dijual. “Purpose itu bisa menolong sesorang ketika menemukan masalah. Ia akan menemukan solusi kalau memiliki purpose. Istilahnya market validation, seberapa besar marketnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Kedua, ada passion dari si founder ketika melakukan itu. Jadi, bukan cuma ikut-ikutan tren. Ketiga, harus mempunyai karakter yang baik. Pasalnya, untuk menjadi entrepreneur sukses harus punya network yang luas. Tetapi, bagaimana bisa memiliki network yang luas jika tidak memiliki karakter yang baik. “Keempat, mental harus kuat. Karena jadi entrepreneur itu nggak gampang,” pungkas Billy.

Baca juga :   Emoji Hari Ibu Dari Twitter Indonesia

 

FAHRUL ANWAR