Sorabel Dapat Kucuran Dana Segar

Co-founder Sorabel Jeffrey Yuwono, desainer Barli Asmara dan CEO Sorabel Lingga Madu. (Foto: istimewa)

youngster.id - Startup e-commerce fesyen Indonesia, Sorabel memperoleh putaran pendanaan praseri C dari sejumlah investor. Dua di antaranya adalah Kejora-Intervest Growth Fund dan perusahaan moda ventura Korea bernama Shift.

Kejora-Intervest Growth Fund mengkonfirmasi investasinya di Sorabel. Dan Shift mencantumkan Sorabel di antara perusahaan-perusahaan portofolionya di situs mereka.

Berdasarkan laporan dari DealStreetAsia Senin (13/5/2019), putaran itu ditutup beberapa bulan yang lalu, tetapi nominal pendanaannya dirahasiakan.

Laporan yang sama menyebutkan, semua investor lama Sorabel juga terlibat dalam putaran pra-Seri C. Mereka adalah OpenSpace Ventures, Golden Equator Capital, Gobi Partners, SMDV, Alpha JWC, Convergence Ventures, Mitra Investasi Korea, dam MNC Media.

Sebelumnya, Sorabel mendapatkan pendanaan Seri B+ pada pertengahan 2017, mengumpulkan US$27 juta dalam putaran yang dipimpin oleh Golden Equator Capital dan Gobi Partners yang berbasis di Singapura.

Survei iPrice menyebut, Sorabel menduduki posisi 21 di industri e-commerce Indonesia dengan pengunjung bulanan situs mencapai 922.100 per kuartal I 2019. Sorabel memproduksi busana yang bagi konsumen kelas menengah di tanah air. Mereka fokus melayani tingkat dua dan tiga kota di luar Jawa karena lebih dari 60% dari pendapatan Sorabel berasal dari sana.

Baca juga :   Berani Berbisnis di Usia Muda

Sementara, menurut data App Annie, Sorabel menduduki posisi 11 di App Store dilihat dari segi pengguna bulanan. Sementara di Play Store, aplikasi itu berada di peringkat ketujuh. 

Awalnya Sorabel bernama Sale Stock. Perubahan nama yang berlangsung pada awal tahun ini dilakukan untuk memperkuat posisinya sebagai merek fesyen yang sebagian besar melayani pelanggan wanita, yang disebut sebagai “Sista”.

Sebagai pemain dagang daring yang berfokus pada fesyen wanita, Sorabel menghadapi persaingan dengan Berrybenka dan Zalora, tetapi juga menghadapi persaingan yang ketat dengan pemain raksasa seperti Shopee dan Lazada, yang juga menjual barang-barang mode di platform mereka.

STEVY WIDIA