SPETRA, Aplikasi Penerjemah Bahasa

Tiga mahasiswa UNiversitas Negeri Malang (UM), yaitu Edward Mesak Dua Padang, Arief Yoga Pangestu, dan Adjie Rosyidin, berhasil menciptakan aplikasi penerjemah bahasa SPETRA (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Penguasaan bahasa asing yang masih rendah pada masyarakat Indonesia adalah salah satu masalah yang membuat wisatawan asing enggan datang ke Indonesia. Untuk mengatasinya, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menciptakan inovasi penerjemah bahasa.

Aplikasi penerjemah bahasa yang diintegrasikan dengan earphone untuk menerima input dan output terjemahan bahasa tersebut diberi nama SPETRA (Speech Translation App). Aplikasi ini diciptakan oleh tiga mahasiswa, yaitu Edward Mesak Dua Padang, Arief Yoga Pangestu, dan Adjie Rosyidin, yang dibimbing oleh Azhar Ahmad Smaragdina S.Pd., M.Pd.

SPETRA merupakan aplikasi penerjemah bahasa yang ditujukan untuk keperluan komunikasi sehari-hari antara warga lokal dan wisatawan asing yang datang ke Indonesia.

“Inovasi ini kami tujukan khusus untuk mendukung kemajuan pariwisata Indonesia. Kami berharap dengan semakin mudahnya komunikasi antara warga lokal dengan wisatawan mancanegara, maka semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Dengan begitu, pariwisata Indonesia semakin maju dan menciptakan banyak lapangan kerja untuk masyarakat” ungkap Edward, selaku Ketua Tim.

Menurut Edward, aplikasi SPETRA berbeda dengan aplikasi terjemahan pada umumnya. Pasalnya, SPETRA memungkinkan penerjemahan teks, suara, gambar, tulisan, bahkan bahasa isyarat, sehingga aplikasi ini sangat ramah terhadap semua orang.

Baca juga :   Jason Lamuda : Ingin Bangun e-Commerce Indonesia Lebih Besar

Inovasi penerjemah bahasa sudah banyak diciptakan, namun kurang nyaman dalam penggunaan. Karena harus mengetik atau menekan tombol untuk menerjemahkan, dan tidak dapat dipakai oleh semua orang.

Sedangkan dengan aplikasi SPETRA, komunikasi akan berlangsung secara face-to-face karena menggunakan earphone untuk menerima input dan output terjemahan.

“Menggunakan aplikasi ini benar-benar handsfree sehingga komunikasi berlangsung secara natural tanpa distraksi dari handphone atau aplikasi,” ucap Edward.

Bahkan, lanjut Edward, ketika berbicara dengan tunawicara atau tunarungu, pengguna dapat menggunakan fitur gesture translation untuk memahami arti bahasa isyarat yang digunakan lawan bicara. Inovasi ini telah diperkenalkan kepada masyarakat melalui situs web www.spetra.id

FAHRUL ANWAR