Startup Agrotech Sikumis Dapat “Suntikan” dari Telkom Group

Startup Sikumis di ajang Agrinex Expo 2018. (Foto: sikumis/youngster.id)

youngster.id - Startup agrotech Sikumis mengumumkan perolehan pendanaan lanjutan dari Metralog, anak usaha Telkom Group. Dengan suntikan modal baru, Sikumis akan menggenjot pengembangan produk di platformnya.

SiKumis merupakan startup dengan fitur menjual barang-barang perlengkapan untuk bercocok tanam. Bukan hanya itu, SiKumis juga menjual beberapa bibit tanaman, pupuk, dan produk hasil tani.

Perusahaan yang didirikan Edward S Siagian dan Chintya Fransisca ini telah berkembang menjadi perusahaan sosial dengan ribuan pelanggan dan nilai transaksi mencapai miliaran rupiah sejak didirikan tiga tahun silam.

“Mulai dari hulu hingga ke hilir yang dibutuhkan para petani-petani dan konsumen kami ini, sikumis.com menyediakan itu semua, kami identik dengan #gerakanpetanimodern. Kami juga bekerjasama nantinya dengan BUMDES dan BUMP untuk bisa menjadi wadah bagi para petani memilki sarana & prasarana mereka,” ungkap Edward SS, founder sikumis.com dalam siaran pers belum lama ini.

Saat ini Sikumis tidak hanya fokus sektor di pertanian, tetapi juga menjangkau mitra di bidang peternakan dan kelautan. Misinya untuk menghadirkan platform yang mengintegrasikan para pemain dari hulu ke hilir.

Baca juga :   Blanja Jadi Marketplace Produk UKM Binaan BUMN

Sebelumnya Sikumis menghadirkan platform e-commerce yang menjual berbagai kebutuhan untuk industri pertanian. Per tahun 2016 lalu, mereka berubah menjadi sebuah marketplace dengan harapan dapat menghadirkan pilihan produk dan model bisnis yang lebih luas.

Untuk membantu para petani, saat ini Sikumis telah menghadirkan layanan berbasis fintech berbentuk pembiayaan kredit, p2p lending, dan pasar lelang online berbasis sistem resi gudang (SRG). Hadirnya Metralog juga akan turut mendukung digitalisasi lain dalam memberikan efisiensi pada rantai distribusi hasil pertanian.

Belum lama ini Sikumis juga baru saja menjalin kerja sama strategis dengan Kredivo. Langkah ini diambil untuk memberikan opsi kredit dalam membantu petani mendapatkan kebutuhan yang dibeli di layanan Sikuis. Pendanaan ini menyusul perolehan sebelumnya yang didapatkan empat bulan lalu dengan nilai yang dirahasiakan.

STEVY WIDIA